Iran Minta Negara Tetangga Tak Jadi Basis Serangan AS
Iran meminta seluruh negara tetangganya untuk tidak mengizinkan wilayah maupun fasilitas militernya digunakan sebagai basis serangan Amerika Serikat ke Teheran.
Seruan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
>>> Iran Klaim Pamit dari Piala Dunia 2026 karena Dijegal Kebijakan Amerika
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa negara-negara di kawasan memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas regional.
"Negara-negara di kawasan harus menjaga perdamaian dan keamanan, terutama dengan mencegah pihak-pihak agresor menggunakan wilayah maupun fasilitas mereka untuk melancarkan serangan yang melanggar hukum terhadap Iran," ujar Araghchi, dikutip Senin (29/6).
Araghchi menyampaikan pesan itu saat bertemu dan membahas keamanan kawasan dengan Perdana Menteri Irak Ali Faleh al-Zaidi di Baghdad.
Selain membahas keamanan kawasan, kedua pemimpin juga berdiskusi mengenai upaya diplomatik yang tengah dilakukan untuk mengakhiri perang dari Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Seruan Iran ini muncul setelah memanasnya situasi keamanan di Timur Tengah.
>>> Xiaomi Pimpin Pengembangan Standar Pengisian Nirkabel Qi 50W Bersama Apple dan Huawei
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebelumnya mengaku telah menyerang sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat sebagai respons atas serangan Washington di Selat Hormuz.
Militer Amerika Serikat membalas hal itu dengan kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran militer Iran.
Washington menyatakan operasi itu dilakukan sebagai respons atas apa yang disebutnya sebagai "agresi yang terus berlanjut".
Iran kini berupaya mendorong negara-negara tetangganya untuk tetap bersikap netral dan tidak terlibat dalam konflik dengan membuka akses wilayahnya bagi operasi militer Amerika Serikat.
>>> Jadwal Rilis Jujutsu Kaisen Season 3: Kapan Episode 13 Tayang?
Menurut Teheran, langkah itu menjadi salah satu kunci untuk menjaga perdamaian dan mencegah konflik meluas ke seluruh kawasan Timur Tengah.
Update Terbaru
Putra Polisi Korban 9/11 Lulus Jadi Anggota NYPD, Pakai Nomor Lencana Sang Ayah
Senin / 29-06-2026, 07:04 WIB
Wanita di Harnett County Ditangkap atas Pembunuhan di Broadway
Senin / 29-06-2026, 07:03 WIB
Panduan Terbaru 2026: Cara Cairkan Bansos PPSE Rp5 Juta
Senin / 29-06-2026, 07:03 WIB
Fakta Baru Kasus YTR: Tato Wajah Tersangka di Tubuh Korban dan Dugaan Love Bombing
Senin / 29-06-2026, 07:01 WIB
Ahli Hukum: Jokowi Harus Hadir di Sidang Kasus Ijazah Palsu Roy Suryo
Senin / 29-06-2026, 07:00 WIB
Prabowo Ingin Rutin Bertemu Rektor: Saya Butuh Orang Pintar
Senin / 29-06-2026, 07:00 WIB
FIFA Tunjuk Wasit Kontroversial Maurizio Mariani untuk Brasil vs Jepang
Senin / 29-06-2026, 07:00 WIB
Machenike Perbarui GTR Mini PC dengan Ryzen 7 255H dan Radeon 780M
Senin / 29-06-2026, 06:58 WIB
Perlombaan Rare Earth Bergeser ke Greenland, China Masih Kuasai Mineral Kunci
Senin / 29-06-2026, 06:58 WIB
Kentang vs Nasi: Mana yang Lebih Sehat untuk Tubuh?
Senin / 29-06-2026, 06:56 WIB
'Love Island UK' Keluarkan Kontestan Gabriel Garland Terkait Kasus Penusukan
Senin / 29-06-2026, 06:56 WIB
AS-Iran Saling Serang Lagi di Hormuz, Israel Gempur Lebanon
Senin / 29-06-2026, 06:56 WIB
5 Fakta Menarik Jelang Duel Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026
Senin / 29-06-2026, 06:56 WIB
IHSG Diprediksi Melemah pada Awal Pekan, Analis Sebut Masih Rawan Koreksi
Senin / 29-06-2026, 06:56 WIB






