FIFA menunjuk wasit asal Italia, Maurizio Mariani, untuk memimpin laga Brasil melawan Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Penunjukan ini langsung menuai sorotan karena rekam jejak Mariani yang penuh kontroversi, baik di level domestik maupun internasional.

>>> Machenike Perbarui GTR Mini PC dengan Ryzen 7 255H dan Radeon 780M

Baru-baru ini, Mariani menjadi pusat kemarahan publik Arab Saudi saat memimpin pertandingan Arab Saudi kontra Uruguay di fase grup.

Dalam laga yang berakhir imbang 1-1 itu, Mariani meniup peluit panjang tepat ketika penyerang Arab Saudi, Abdullah Al-Hamdan, tinggal berhadapan dengan gawang kosong.

Keputusan tersebut membuat Arab Saudi kehilangan peluang emas untuk mencetak gol kemenangan.

Selain itu, Mariani juga pernah dijatuhi sanksi oleh Asosiasi Wasit Italia (AIA) setelah dianggap keliru memberikan penalti yang menguntungkan Napoli saat memimpin Inter Milan vs Napoli di Serie A pada Oktober 2025.

Akibatnya, ia harus absen memimpin sejumlah pertandingan sebagai hukuman.

Di ajang Liga Champions musim 2025-2026, Mariani kembali menjadi sorotan ketika menghadiahkan penalti kepada Manchester City setelah menilai Gianluigi Donnarumma melanggar Vinicius Junior.

Meskipun Donnarumma berhasil menggagalkan eksekusi penalti, keputusan Mariani tetap menuai perdebatan.

>>> Perlombaan Rare Earth Bergeser ke Greenland, China Masih Kuasai Mineral Kunci

Kontroversi lain terjadi saat ia mengeluarkan kartu merah langsung kepada winger Bayern Muenchen, Luis Diaz, dalam laga melawan Paris Saint-Germain.

Keputusan itu diprotes keras kubu Bayern, namun Mariani tetap pada pendiriannya.

Meskipun berbagai kontroversi, FIFA tetap memberikan kepercayaan kepada Mariani untuk memimpin laga Brasil vs Jepang.

Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Houston pada Selasa, 30 Juni 2026 pukul 00.00 WIB.

Mariani akan didampingi dua asisten senegaranya, Daniele Bindoni dan Alberto Tegoni, serta wasit keempat Sandro Scharer asal Swiss.

Sepanjang Piala Dunia 2026, Mariani telah memimpin dua pertandingan, yakni Arab Saudi vs Uruguay dan Kolombia vs RD Kongo.

Sebelum turnamen ini, ia dikenal sebagai wasit elite Italia dan sempat memimpin final UEFA Conference League antara Crystal Palace dan Rayo Vallecano.

>>> Kentang vs Nasi: Mana yang Lebih Sehat untuk Tubuh?

Kini, perhatian tertuju pada Mariani untuk melihat apakah ia mampu menghindari kontroversi saat memimpin duel hidup-mati Brasil dan Jepang.