Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini diperkirakan masih berada dalam tren penurunan jangka menengah.

Meski sempat rebound dari level terendah 5.318 ke 6.377, indeks belum menunjukkan tanda pembalikan arah yang kuat.

>>> Java Paragon Hotel Surabaya Hadirkan Morning Yoga untuk Gaya Hidup Sehat

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Brigita Kinari, mengatakan bahwa belum terbentuknya break of structure di atas area swing high sebelumnya menjadi indikasi utama.

Selain itu, posisi penutupan IHSG masih berada di bawah MA5, MA10, dan MA20.

Pelemahan histogram positif MACD dan Stochastic RSI yang mulai bergerak di area pivot menandakan momentum penguatan mulai terbatas.

IHSG berpeluang menguji area support 5.700–5.800 pada pekan depan.

"Selama support tersebut mampu dipertahankan, pergerakan indeks diperkirakan masih akan berkonsolidasi dalam kisaran 5.500–6.400," ujar Brigita dalam analisisnya, Senin (29/6/2026).

Konfirmasi pembalikan tren menjadi bullish baru akan terbentuk apabila IHSG mampu menutup perdagangan mingguan di atas level 6.452.

Setiap penguatan sebelum level tersebut masih dikategorikan sebagai relief rally.

Rekomendasi Saham dari IPOT

IPOT merekomendasikan trading saham pada beberapa emiten.

>>> Wali Kota Surabaya Peringatkan Tiga Kecamatan, Ancaman Copot Camat dan Lurah

Pertama, BBRI dengan entry 2.830–2.850, target price (TP) 3.030, dan stop loss (SL) 2.740.

Secara teknikal, pergerakan jangka pendek BBRI menunjukkan struktur yang solid setelah bertahan di atas area EMA5.

Indikator LADI mendeteksi adanya akumulasi, dan data broker summary per 26 Juni 2026 mencatat aksi akumulasi asing (foreign net buy) masif mencapai Rp75,1 miliar.

Kedua, TLKM dengan entry 2.480, TP 2.760, dan SL 2.340.

TLKM memperlihatkan sinyal pembalikan arah yang kuat, dengan candlestick harian terakhir membentuk pola Hammer di area krusial dan munculnya sinyal Bullish Divergence pada MACD.

Ketiga, AADI dengan entry 8.050, TP 8.700, dan SL 7.750.

Pergerakan jangka pendek AADI menunjukkan struktur atraktif setelah bertahan di atas EMA5, membuka peluang breakout dari fase konsolidasi.

Keempat, reksa dana saham Premier ETF IDX High Dividend 20 (XIHD). XIHD menawarkan strategi income investing dengan eksposur ke 20 saham berdividen tinggi dan fundamental solid.

>>> Istri dan Dua Anak Pesepakbola Ditemukan Tewas Setelah Gempa Venezuela

Dominasi sektor perbankan sekitar 45,6% berpotensi mendukung kinerja XIHD jika prospek suku bunga dan margin perbankan terjaga.