Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur (BI Jatim) Ibrahim menyatakan bahwa stabilitas makroekonomi yang terjaga merupakan modal utama dalam meningkatkan kepercayaan investor di Jawa Timur.

Pernyataan itu disampaikan dalam High Level Meeting (HLM) Forum Investasi, Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED) dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang digelar pekan lalu di Surabaya.

>>> Hong Myung-Bo Mundur Usai Korea Gagal ke Fase Gugur Piala Dunia 2026

Menurut Ibrahim, posisi strategis Jatim sebagai gerbang kawasan Indonesia Timur, didukung infrastruktur yang terus berkembang dan struktur ekonomi yang tangguh, menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor.

"Investor tidak mencari daerah yang sempurna. Investor mencari daerah yang responsif, kolaboratif, dan memiliki komitmen kuat untuk terus berbenah.

Jatim memiliki modal tersebut," ujar Ibrahim, Senin (29/6/2026).

Ia menambahkan, tantangan ke depan adalah menghadirkan investasi yang lebih berkualitas, mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, memperkuat hilirisasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

>>> Harga BBM B50 yang Akan Dirilis Prabowo 1 Juli, Begini Bocorannya

Kolaborasi Strategis untuk Investasi Berkualitas

HLM tersebut diselenggarakan oleh BI Jatim bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur.

Forum ini menjadi wadah koordinasi strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong investasi yang berkualitas, mempercepat transformasi ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan bahwa investasi yang berkualitas harus berjalan seiring dengan penguatan ketahanan pangan, peningkatan daya saing daerah, dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Khofifah, sejumlah langkah strategis perlu dipercepat, mulai dari penyelesaian Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), Lahan Baku Sawah (LBS), dan Lahan Sawah Dilindungi (LSD), sinkronisasi tata ruang, pengembangan kawasan industri, penguatan proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO), hingga penyelesaian berbagai hambatan investasi.

>>> Rosalía Kirim Dukungan untuk Venezuela Usai Gempa Tewaskan 1.400 Orang

"Seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jatim yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan," tukasnya.