Toxoplasma gondii, parasit bersel tunggal yang menyebar melalui kotoran kucing, daging mentah, dan air terkontaminasi, telah menginfeksi sekitar dua miliar orang di seluruh dunia.

Parasit ini menyebabkan penyakit toksoplasmosis yang dapat merusak otak, mata, dan sistem saraf. Sayangnya, hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan infeksi tersebut.

>>> MSC 2026 Mobile Legends Digelar di Paris, Prancis

Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal PLOS Neglected Tropical Diseases menyebut toksoplasmosis sebagai salah satu infeksi parasit paling umum pada manusia dan penyebab utama infeksi intraokular di dunia.

Para peneliti dari berbagai negara mendesak agar toksoplasmosis diakui sebagai penyakit tropis terabaikan. Pengakuan ini akan membuka akses sumber daya untuk penelitian dan kebijakan kesehatan masyarakat.

Di Amerika Serikat saja, sekitar 60 juta orang terinfeksi.

Meskipun sistem kekebalan tubuh yang sehat dapat menahan dampak terburuk, kasus terparah dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada mata, otak, dan sistem saraf.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa toksoplasmosis jangka panjang dapat menyebabkan perubahan kepribadian pada hewan pengerat, serigala, dan manusia. Pada manusia, infeksi ini bahkan dapat meningkatkan risiko skizofrenia.

>>> AI Ubah Peta Wisata Halal Global, Indonesia Naik ke Peringkat Dua Destinasi Ramah Muslim

Sebuah survei pada 2020 mencatat bahwa parasit ini mengganggu kemampuan otak dalam memproses dopamin, yang dapat mengubah aktivitas kognitif, perilaku, dan motorik.

Dr. Justine Smith, dokter mata di Flinders University dan salah satu penulis studi, mengatakan bahwa belum ada vaksin yang tersedia secara komersial.

Obat yang ada hanya dapat membatasi kekambuhan, tetapi tidak menyembuhkan.

Para peneliti menekankan bahwa toksoplasmosis memberikan beban tidak proporsional pada masyarakat miskin, terutama di negara-negara Selatan. Infeksi dapat ditularkan dari ibu hamil ke janin, menciptakan lingkaran kemiskinan.

>>> 80+ Acara Seru di Triangle Area, North Carolina Juli 2026

Bayi yang selamat dari infeksi kongenital menghadapi konsekuensi kesehatan seumur hidup, seperti gangguan penglihatan dan neurologis, yang menghambat prestasi sekolah, peluang kerja, dan partisipasi ekonomi.