Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah cara wisatawan Muslim merencanakan perjalanan.

Hal ini menjadi salah satu sorotan utama dalam laporan Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026 yang dirilis Mastercard bersama CrescentRating.

>>> 80+ Acara Seru di Triangle Area, North Carolina Juli 2026

Laporan edisi ke-11 itu menunjukkan bahwa 80% wisatawan kini memanfaatkan teknologi berbasis AI. Mereka menggunakannya untuk mencari informasi, membandingkan pilihan, hingga menyusun rencana perjalanan.

Perubahan perilaku tersebut mendorong destinasi wisata untuk tidak hanya menyediakan layanan ramah Muslim.

Mereka juga harus memastikan seluruh informasi dapat ditemukan dengan mudah melalui platform digital dan sistem berbasis AI.

Dalam laporan yang sama, Indonesia berhasil naik ke peringkat kedua destinasi ramah Muslim global. Pencapaian ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam layanan dan fasilitas wisata halal di tanah air.

Kenaikan peringkat Indonesia tidak lepas dari upaya pemerintah dan pelaku industri pariwisata. Mereka terus berinovasi dalam menyediakan akomodasi, makanan halal, serta fasilitas ibadah yang mudah diakses.

>>> Batalnya Pensiun Dini PLTU Cirebon-1: Kegagalan Model Pendanaan Iklim Global?

Dengan semakin populernya penggunaan AI, destinasi wisata dituntut untuk lebih adaptif.

Informasi tentang layanan ramah Muslim harus tersedia secara digital dan mudah ditemukan oleh mesin pencari serta asisten virtual.

GMTI 2026 juga mencatat bahwa wisatawan Muslim semakin cerdas dalam memilih destinasi.

Mereka tidak hanya mengandalkan rekomendasi tradisional, tetapi juga menggunakan AI untuk mendapatkan informasi yang lebih personal dan akurat.

Indonesia dinilai berhasil mengintegrasikan teknologi digital dalam promosi wisata halal. Hal ini menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya tarik bagi wisatawan Muslim dari berbagai negara.

>>> Cara Cairkan Bansos Tambahan Rp5 Juta di 114 Wilayah Tahun 2026

Ke depan, persaingan destinasi ramah Muslim diprediksi akan semakin ketat. Destinasi yang mampu memanfaatkan AI secara optimal akan memiliki keunggulan kompetitif dalam menarik wisatawan Muslim global.