Dr. Mary-Dell Chilton, seorang ahli biokimia tanaman pionir asal North Carolina, meninggal dunia pada usia 87 tahun di kediamannya di Carrboro.

Kabar duka ini disampaikan oleh putranya, Mark Chilton, melalui unggahan di Facebook.

>>> Cara Cek Update Aturan Terbaru Penyaluran Dana Bansos PKH dan BPNT Periode Juli 2026

Chilton dikenal luas berkat penemuan pentingnya pada tahun 1970-an, di mana ia mengungkap bahwa bakteri tanah dapat mentransfer DNA ke dalam tanaman.

Temuan ini mengubah asumsi lama tentang genetika tanaman dan membuka jalan bagi perkembangan bioteknologi tanaman modern.

Pada tahun 1982, saat memimpin tim peneliti di Washington University di St. Louis, Chilton berhasil menciptakan tanaman hasil rekayasa genetika pertama di dunia.

Penghargaan dan Warisan

Sepanjang kariernya, Chilton menerima berbagai penghargaan bergengsi, termasuk World Food Prize dan Benjamin Franklin Medal in Life Sciences.

>>> Millie Bobby Brown dan David Harbour Reuni di Serial Netflix Baru

Pada tahun 2023, mantan Presiden Joe Biden menganugerahinya National Medal of Technology and Innovation.

Chilton tumbuh besar di Southern Pines, North Carolina, dan dibesarkan oleh neneknya.

Menurut Mark Chilton, neneknya menjadi panutan yang menunjukkan bahwa perempuan bisa meraih hal besar di dunia, meskipun saat itu menghadapi hambatan hukum.

"Dia tidak pernah mengatakannya, tetapi dia menunjukkan melalui teladan bahwa perempuan bisa melakukan banyak hal di dunia ini," kenang Mark Chilton.

>>> Marvel's Wolverine Konfirmasi Edisi Fisik Berisi Disc, Beda dengan GTA 6

Selain sebagai ilmuwan, Chilton dikenang sebagai penggemar kano, pemain kartu ulung, dan pencinta anjing.