Seorang anak balita berinisial I (4 tahun) meninggal dunia setelah terjebak selama sekitar empat jam di dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan.

Korban sempat berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup, namun nyawanya tidak tertolong saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

>>> Jadwal Program Televisi Selasa, 30 Juni 2026 di ANTV, GTV, Indosiar, MDTV, Metro TV, MNCTV, RCTI, SCTV, Trans 7, Trans TV dan TVONE ada Film Bioskop Venom: Let There Be Carnage dan The Outpost serta L

"Kondisi korban balita tidak tertolong," kata Kapolsek Tebet AKP Ischak kepada wartawan di Jakarta, Minggu (28/6).

Kepala Sektor Tebet Sudin Gulkarmat Jaksel, Kusnanto menambahkan pihaknya turut membantu evakuasi dari lokasi kejadian hingga rumah sakit.

"Anggota saya yang melakukan evakuasi dan juga disaksikan oleh warga setempat, masih kondisi hidup. Jadi tidak tertolongnya dalam perjalanan ke rumah sakit," kata Kusnanto.

Hingga kini, penyebab sang anak sampai terjatuh ke dalam lubang proyek masih diselidiki lebih lanjut.

Pada Minggu (28/6) dini hari, polisi menerima laporan warga mengenai seorang anak yang terperosok ke dalam lubang proyek di Taman RW 04, Jalan Manggarai Utara II, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.40 WIB, saat itu korban sedang bermain bersama teman-temannya di sekitar area proyek tersebut.

Korban kemudian terjatuh ke dalam lubang proyek dengan kedalaman sekitar 3,5 hingga 4 meter dan diameter sekitar 30 x 30 sentimeter.

>>> Seabad Panas Bumi Indonesia, PGE Kamojang Terus Buktikan Peran sebagai Andalan Energi Bersih

Teman-teman korban kemudian meminta pertolongan kepada petugas Pos Komando Taktis (Poskotis) Manggarai yang selanjutnya diteruskan kepada petugas piket fungsi Polsek Tebet dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).