Aktor Jepang Nijiro Murakami akhirnya angkat bicara terkait kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan dirinya. Permintaan maaf disampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Bintang serial Alice in Borderland itu mengaku menyesal atas kegaduhan dan kekhawatiran yang ditimbulkan akibat kasus ini.

>>> Ironi AI: Pekerja yang Dibayar untuk Melatih Chatbot Justru Gunakan AI untuk Menipu

Ia juga menegaskan komitmennya untuk bersikap kooperatif dalam proses penyelidikan yang masih berlangsung.

"Aku ingin menyampaikan permintaan maaf paling tulus atas ketidaknyamanan dan kekhawatiran yang telah aku timbulkan kepada semua orang yang terlibat, serta kepada semua penggemar dan pendukung saya," tulis Murakami dalam unggahan tersebut, dikutip Senin (29/6).

Ia juga berjanji akan memberikan klarifikasi lebih mendalam di waktu mendatang.

"Demi mereka yang selalu berada di sisiku, aku akan menjelaskan situasi terkait masalah ini dengan kata-kata saya sendiri dalam waktu dekat," lanjutnya.

Kronologi Kasus Penganiayaan

Permintaan maaf ini muncul setelah publik dikejutkan oleh laporan investigasi kepolisian terkait tindakan penganiayaan yang dilakukan aktor tersebut.

>>> Polusi Cahaya Bikin Ikan Hidup Sengsara, Temuan Peneliti

Berkas penyelidikan telah dilimpahkan ke kejaksaan.

Korban penganiayaan adalah kekasih sang aktor yang melaporkan kejadian pada awal tahun 2026.

Tindak kekerasan disebut terjadi pada tahun 2024 sebanyak empat kali di kediaman Murakami di Shibuya, Tokyo.

Kekerasan yang dilakukan antara lain menjambak, membenturkan kepala korban ke jendela, dan memukul wajah. Akibatnya, korban mengalami luka parah dan memerlukan perawatan medis lebih dari satu bulan.

Polisi menyebut Murakami telah mengakui perbuatannya. Kini kejaksaan akan menentukan apakah kasus ini akan dilanjutkan ke tuntutan resmi atau tidak.

>>> PIKKO Bantah Tudingan Kemenperin Abai pada Industri Otomotif

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak Murakami selain unggahan Instagram tersebut.