Polusi cahaya dari aktivitas manusia ternyata tidak hanya mengganggu manusia, tetapi juga kehidupan ikan di terumbu karang.

Sebuah studi baru yang diterbitkan di jurnal Current Biology menemukan bahwa cahaya buatan yang bocor ke habitat laut dapat membuat ikan mengalami gangguan tidur dan perubahan perilaku.

>>> PIKKO Bantah Tudingan Kemenperin Abai pada Industri Otomotif

Peneliti mengamati ikan damselfish yang hidup di Laut Merah, dekat dengan pemukiman pesisir.

Mereka menemukan bahwa paparan cahaya buatan di malam hari menyebabkan ikan-ikan tersebut kurang tidur, menjadi lebih agresif, dan mencari makan pada jam-jam yang tidak biasa.

“Ikan tidak bisa mengontrol cahaya yang masuk ke lingkungan mereka dari pelabuhan dan jalan pesisir,” kata Oren Levy, salah satu penulis studi dan peneliti di Bar-Ilan University, dalam siaran pers.

>>> Wamen UMKM Dorong Penyalur KUR Perluas Akses Pembiayaan di Indonesia Timur

Setelah beberapa hari pengamatan, ikan yang terpapar cahaya malam menunjukkan semua tanda kurang tidur.

Para peneliti menduga hal ini dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang tidak hanya pada ikan, tetapi juga pada ekosistem di sekitarnya.

“Terumbu karang bergantung pada interaksi biologis yang erat,” jelas Levy. “Jika cahaya buatan mempengaruhi karang dan ikan yang bergantung padanya, konsekuensinya bisa menyebar ke seluruh ekosistem terumbu.”

>>> Cara Cek Kelayakan Penerima Bansos 2026 Berdasarkan 5 Kriteria Data Desil

Untuk mengurangi dampak ini, para peneliti menyarankan praktik pencahayaan pesisir yang lebih cerdas, seperti mengurangi pencahayaan malam yang tidak perlu dan mengarahkan sorotan cahaya ke daratan, menjauhi air.