Pertemuan Menteri Pariwisata Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) ke-13 digelar di Makau, China, pada Sabtu (29/6/2026).

Acara ini mempertemukan pejabat pariwisata dari 21 ekonomi anggota untuk membahas masa depan kerja sama pariwisata regional.

>>> Cara Mudah Cek Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Tahun 2026

Mengusung tema "Inovasi Digital, Pemberdayaan Kolaboratif: Memanfaatkan Pariwisata untuk Komunitas Asia-Pasifik", para delegasi membahas cara memanfaatkan inovasi digital dan kolaborasi yang lebih dalam.

Konektivitas Regional

Para delegasi sepakat bahwa konektivitas yang lebih kuat dan koordinasi kebijakan tetap menjadi kunci untuk mempertahankan momentum industri pariwisata.

Sebelum pertemuan menteri, Pertemuan Kelompok Kerja Pariwisata APEC ke-67 telah berlangsung dari Rabu hingga Kamis di Makau.

Julia Jesus Caldas Ramirez, kepala delegasi Peru, mengatakan pertemuan kelompok kerja membantu ekonomi menyelaraskan prioritas dan menerjemahkannya ke dalam inisiatif praktis.

Ia menambahkan bahwa pertukaran tersebut membantu orang-orang menumbuhkan rasa hormat dan apresiasi terhadap sejarah dan latar belakang budaya yang berbeda.

Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia Tiong King Sing menyatakan bahwa konektivitas udara yang lebih baik, perjalanan multi-tujuan, dan berbagi praktik terbaik akan menjadikan Asia-Pasifik tujuan wisata yang lebih menarik.

Beberapa peserta menekankan bahwa fasilitasi perjalanan merupakan fondasi kerja sama pariwisata yang lebih dalam.

Irina Kozlova, delegasi Federasi Rusia, mengatakan langkah-langkah seperti visa elektronik dan pembebasan visa telah mempermudah perjalanan dan memperkuat pertukaran budaya.

Sarah Wang, direktur regional untuk Asia dari World Travel & Tourism Council, menekankan pentingnya fasilitasi perjalanan tanpa hambatan dan penanganan masalah visa di seluruh kawasan.

Pariwisata yang Lebih Cerdas

Menurut Wang, teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) mengubah pariwisata di seluruh rantai perjalanan, mulai dari perencanaan perjalanan hingga manajemen tujuan melalui wawasan berbasis data.