>>> Cara Hasilkan Rp175.000 dari Game Puzzle di Aplikasi Penghasil Uang 2026

Menteri Pariwisata Indonesia Widiyanti Putri Wardhana menekankan peran teknologi digital dalam menciptakan pengalaman perjalanan yang mulus.

Teknologi dapat meningkatkan pengalaman pengunjung melalui akses yang lebih mudah, layanan imigrasi yang lebih cepat, dan sistem pembayaran yang lebih nyaman, katanya.

Para delegasi juga menyebutkan bahwa teknologi harus meningkatkan, bukan menggantikan, sisi manusiawi pariwisata.

Tiong King Sing mencatat bahwa China telah berhasil dalam hal atraksi pintar, pembayaran digital, layanan AI, dan transportasi modern.

Ia menekankan bahwa meskipun teknologi adalah alat penting, layanan hangat dan hubungan antarmanusia tetap menjadi inti keramahtamahan.

Caldas mengatakan bahwa salah satu upaya China yang dapat diikuti ekonomi lain adalah pengembangan kapasitas untuk usaha kecil dan menengah serta komunitas lokal agar mereka termasuk dalam sektor ini.

Dalam kasus Peru, pariwisata pintar dapat membantu desa, daerah pedesaan, dan budaya yang masih hidup untuk tumbuh secara berkelanjutan sambil melestarikan ruang dan masyarakatnya.

Di Luar Pertemuan

Makau berpartisipasi sebagai "ekonomi tamu" dengan sebutan "Makau, China" dalam pertemuan kelompok kerja dan menyampaikan presentasi tentang situasi terkini dan arah masa depan industri pariwisatanya.

Direktur Kantor Pariwisata Pemerintah Makau Maria Helena de Senna Fernandes melihat acara ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan keramahtamahan dan kemampuan Makau, kuliner lokal, industri kreatif, serta integrasi budaya Tionghoa dan Barat.

Pada hari Minggu, para delegasi berkesempatan berkeliling kota, mulai dari pameran tentang China kuno dan produk kreatif budaya hingga membuat camilan lokal dan menyentuh sejarah di Museum Makau.

>>> Pesawat China dan Rusia Mondar-mandir di Atas Laut Jepang, Tokyo Murka

China, sebagai tuan rumah APEC 2026, akan menggelar Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC ke-33 di Shenzhen, Provinsi Guangdong, pada November mendatang.