Anak dengan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) tidak hanya kesulitan fokus atau mengendalikan perilaku.

Banyak dari mereka juga rentan mengalami ledakan emosi seperti marah, frustrasi, sedih, atau menangis tiba-tiba.

>>> Bulog Pastikan Penyerapan Gabah Petani Berlangsung Sepanjang Tahun

Kondisi ini sering membuat orang tua bingung menghadapi perubahan suasana hati anak. Padahal, kesulitan mengelola emosi merupakan tantangan umum pada anak ADHD.

Anak dengan ADHD umumnya sulit menenangkan diri. Orang tua pun membutuhkan waktu lebih lama untuk menenangkan mereka.

Cara Mengontrol Emosi Anak ADHD

Melansir Raising Children Network, berikut lima cara yang bisa dicoba di rumah.

1. Ajarkan anak mengenali berbagai jenis emosi.

Banyak anak ADHD merasa marah, sedih, atau kecewa tanpa memahami apa yang terjadi pada dirinya.

Anda bisa mulai dengan aktivitas sederhana seperti membaca buku cerita, menonton televisi, atau saat melihat interaksi orang lain.

Semakin sering anak diperkenalkan dengan emosi, semakin mudah mereka memahami perasaannya.

2. Hubungkan emosi dengan reaksi tubuh.

Jelaskan bahwa saat gugup perut bisa terasa tidak nyaman, saat takut jantung berdebar lebih cepat, atau saat marah wajah terasa panas dan tangan mengepal.

Jika anak mampu memahami tanda-tanda tersebut, mereka bisa lebih cepat menyadari emosinya sebelum meluap.

>>> PDIP: Jokowi Harus Naik Kelas, Bukan Main Level Lokal di Lampung

3. Bantu anak mengungkapkan apa yang dirasakan.

Anak ADHD biasanya kesulitan menjelaskan perasaannya. Orang tua perlu membantu mengidentifikasi emosi secara perlahan.

Mulailah dari emosi sederhana seperti senang, takut, sedih, atau marah. Setelah itu, kenalkan emosi yang lebih rumit seperti malu, kecewa, iri, atau frustrasi.