Nike kembali mencuri perhatian dengan produk terbarunya yang diberi nama Mind. Sepatu ini diklaim mampu mengubah pola pikir pemakainya.

Dirilis pada Januari 2026, sepatu Mind langsung ludes terjual di berbagai perilisan global. Rasa penasaran konsumen menjadi pemicu utama tingginya permintaan.

in1

>>> Pikmin 4: Nintendo Utamakan 'Good Feeling' Ketimbang Realisme Suara

Sepatu ini hadir dalam bentuk sandal dan sneaker. Nike mengklaim produk ini dapat membantu mengatasi gangguan mental dan meningkatkan fokus.

Menariknya, sepatu Mind tidak dirancang untuk berolahraga. Dalam iklannya, Nike justru menyarankan penggunaannya sebelum atau setelah berkompetisi.

Harga sepatu ini berkisar antara US$95 (sekitar Rp1,7 juta) hingga US$145 (sekitar Rp2,6 juta).

Lebih dari 2 juta orang telah mendaftar untuk mendapatkan notifikasi restock.

Kini, sepatu Mind juga muncul di situs e-commerce dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga eceran.

Cara Kerja Sepatu Mind

Klaim Nike didasarkan pada 22 simpul busa di bagian bawah sepatu. Saat pemakai menginjak tanah, simpul-simpul itu bergerak menekan mekanoreseptor kaki.

Mekanoreseptor adalah neuron sensorik yang bertanggung jawab mengidentifikasi sensasi seperti tekanan. Selama 10 tahun pengembangan, para ahli saraf mengukur gelombang otak atlet.

>>> Avatar: The Last Airbender Season 2 Raih Skor Penonton Terendah di Rotten Tomatoes

Hasilnya menunjukkan peningkatan aktivitas listrik di area otak yang terkait dengan jaringan sesorimotor (SMN).

Aktivasi SMN secara langsung menurunkan jaringan mode default (DMN) yang bertanggung jawab atas pikiran mengembara.

Secara teori, pemakai dapat mengalihkan pikiran negatif ke kondisi 'kewaspadaan yang rileks'. Namun, Nike belum menerbitkan penelitian tersebut.

Peneliti utama di Nike Sport Research Lab, Graeme Moffat, mengatakan sepatu ini membuka pintu bagi kategori baru alas kaki yang dioptimalkan untuk indra.

"Kami mencoba membantu Anda benar-benar terlibat dengan pengalaman sensorik baru, fokus pada niat, dan keluar dari pikiran," ujarnya.

Konsep Lama, Tren Baru

Ahli tekstil pintar dari Loughborough University, Profesor Ishara Dharmasena, mengatakan konsep ini sebenarnya sudah dikenal dalam pengobatan Ayurvedha.

Pijatan pada area kaki tertentu (abhyanga) diketahui mendorong relaksasi dan mengurangi stres. Menurut Dharmasena, teori simpul busa yang mengaktifkan mekanoreseptor tidak jauh berbeda dengan proses meditasi.

>>> 5 Sepatu Jalan Lokal Paling Empuk Harga Rp200 Ribuan, Ada yang Mirip Skechers

Sepatu ini mencegah pemakai melamun dan memberikan sensasi rileks. "Jadi, secara ilmiah, sepatu ini memang memiliki beberapa poin yang valid," ujarnya.