Tren ponsel ultra-tipis yang sempat marak pada 2025 tampaknya tidak berhasil memikat hati konsumen.

Berbagai merek seperti Apple, Samsung, Motorola, Nubia, dan Tecno berlomba menghadirkan perangkat tertipis, namun hasil penjualannya mengecewakan.

in1

>>> St. Louis Potong $1 Juta dari Anggaran Polisi untuk Kenaikan Gaji Petugas Pemadam

iPhone Air dan Samsung Galaxy S25 Edge menjadi dua contoh utama.

Laporan menyebutkan kurang dari satu juta unit iPhone Air terjual, sementara Galaxy S25 Edge juga mencatat penjualan buruk yang merugikan Samsung.

Apple Nekat dengan iPhone Air 2?

Meski kegagalan itu terjadi, bocoran mengenai iPhone Air 2 mulai bermunculan. Ini menandakan Apple mungkin percaya bahwa percobaan kedua akan membuahkan hasil berbeda.

Namun, pertanyaannya adalah apakah Samsung akan mengikuti jejak serupa dengan Galaxy S26 Edge. Sejumlah pengamat menilai langkah tersebut tidak perlu.

Pelajaran dari Galaxy S25 Edge

Samsung sebenarnya telah menerapkan teknologi penipisan dari Galaxy S25 Edge ke lini lainnya.

Galaxy S26 Ultra misalnya, memiliki ketebalan 7,9 mm, lebih tipis 0,3 mm dari pendahulunya.

Galaxy A57 juga hanya setebal 6,9 mm, lebih ramping 0,5 mm dari Galaxy A56. Ini menunjukkan Samsung sudah belajar dari eksperimen yang gagal.

>>> Ayah di California Akui Beri Anaknya Psilocybin dan Libatkan dalam Jualan Narkoba

Dengan demikian, kehadiran Galaxy S26 Edge dianggap tidak lagi relevan. Alih-alih meluncurkan ponsel tipis khusus, lebih baik Samsung terus mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam flagship utamanya.

Ponsel tipis tahun lalu juga dinilai tidak memberikan nilai sebanding dengan harga.

iPhone Air dibanderol 1.000 dolar AS dan Galaxy S25 Edge seharga 1.099 dolar AS, jauh lebih mahal dari saudara sekelasnya namun dengan spesifikasi lebih rendah.

Di tengah kenaikan harga komponen, konsumen justru menginginkan nilai lebih dari uang yang mereka keluarkan. Ponsel tipis tidak memenuhi ekspektasi tersebut.

Masalah utama tren ponsel tipis adalah ketidaksesuaian dengan permintaan pasar. Banyak pengguna justru mencari ponsel yang lebih kecil, bukan lebih tipis.

Ukuran ponsel dalam saku ditentukan oleh tinggi dan lebar, bukan ketebalan. Ponsel tipis tidak menyelesaikan masalah ergonomis yang dihadapi pengguna.

Samsung dinilai sudah berada di jalur yang tepat dengan Galaxy S26 yang memiliki layar 6,3 inci, di bawah rata-rata ukuran layar saat ini.

>>> Kode Redeem Livestream Wuthering Waves 3.5 Berakhir Hari Ini, Segera Klaim

Ini menjadi solusi bagi mereka yang mendambakan ponsel ringkas.