Massa mahasiswa BEM se-Banyumas Raya, Jawa Tengah, menggelar aksi dan mimbar bebas di Alun-alun Purwokerto pada akhir pekan ini.

Aksi yang menuntut perubahan kebijakan pemerintah Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka itu diwarnai dengan lapak baca buku gratis dan pasar baju bekas gratis.

in1

>>> Trump Bandingkan Foto Muda Dirinya dengan Obama Remaja

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menutup setengah lajur Jalan Jenderal Soedirman Purwokerto.

Lapak Baca dan Pasar Gratis Jadi Pembeda

Koordinator lapangan aksi, Setyawan, mengatakan kehadiran lapak baca dan pasar baju bekas gratis menjadi simbol bahwa keresahan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran tidak hanya dirasakan mahasiswa, tetapi juga masyarakat luas.

Ia menjelaskan aksi ini merupakan tindak lanjut dari demonstrasi sebelumnya. Menurutnya, berbagai kebijakan pemerintah telah menimbulkan persoalan di berbagai sektor, terutama ekonomi.

"Ini tindak lanjut dari eskalasi, kita merasakan bosannya dengan Prabowo-Gibran menjabat.

Belum ada dua tahun, tetapi kerusakan yang dihasilkan sudah sangat besar," kata Setyawan saat ditemui wartawan, Jumat (26/6).

Ia menambahkan, perekonomian Indonesia stagnan akibat kebijakan fiskal dan proyek strategis nasional yang dinilai tidak sesuai.

Aksi tersebut bertujuan terus menyuarakan kritik agar pemerintah mengubah arah kebijakannya.

Lima Tuntutan Utama

BEM Banyumas Raya membawa lima tuntutan utama dalam aksi tersebut. Pertama, menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

>>> Asisten Pelatih Prancis: Kemenangan atas Norwegia untuk Deschamps yang Berduka

Kedua, menghentikan proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Ketiga, menegakkan kembali supremasi sipil, termasuk dengan mengkritisi Undang-Undang TNI dan RUU Polri.

Setyawan mengatakan aksi kali ini sengaja dikemas berbeda.

Selain orasi, panitia menggelar panggung musik, pertunjukan teatrikal, lapak baca gratis, hingga pasar baju bekas gratis agar masyarakat bisa ikut terlibat.