"Kita ingin mimbar bebas bukan hanya orasi, tapi juga ada mimbar kesenian. Makanya ada band, nanti juga ada teatrikal.

Di sini juga ada lapak baca, ada pasar gratis. Itu bukti bahwa bukan hanya mahasiswa yang muak, tetapi masyarakat juga ikut merasakan hal yang sama," katanya.

in1

Ia menambahkan peserta aksi berasal dari berbagai elemen, tidak hanya mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kampus. Sejumlah komunitas masyarakat hingga organisasi seperti Aksi Kamisan Purwokerto juga ikut bergabung.

"Bisa dilihat sekarang kita sudah lepas almamater semua. Kita melebur menjadi satu dengan masyarakat.

>>> Link Live Streaming Panama vs Inggris di Piala Dunia 2026

Aksi ini menggunakan nama BEM Banyumas Raya dan juga menggandeng teman-teman dari berbagai organisasi," katanya.