China bersama sejumlah negara Asia Tengah sepakat membangun konstelasi satelit untuk pemantauan bencana.

Kerja sama ini ditandatangani dalam gelaran China-Eurasia Expo ke-9 di Urumqi, Xinjiang, pada Kamis (25/6).

in1

>>> Babak Pertama Piala Dunia 2026: Inggris Masih Imbang Lawan Panama

Proyek ini diberi nama Tianwu Constellation. Sistem awalnya akan terdiri dari lima satelit yang berfungsi sebagai jaringan pemantauan berbasis ruang angkasa.

Ilmuwan dari Kazakhstan, Uzbekistan, dan Tajikistan hadir dalam upacara penandatanganan. Mereka optimistis proyek ini akan membawa manfaat bagi semua pihak.

Fokus pada Ancaman Geologis

Konstelasi satelit ini dirancang untuk berbagi data penginderaan jauh guna menangani ancaman geologis yang umum terjadi di kawasan.

Ancaman tersebut meliputi gempa bumi, hama pertanian, dan banjir akibat pencairan gletser.

Tong Qingxi, pakar penginderaan jauh dari Akademi Ilmu Pengetahuan China, menyebut Xinjiang memiliki kondisi geografis dan ancaman geologi yang mirip dengan negara Asia Tengah.

>>> Babak I Piala Dunia 2026: Tembok Baja Ghana Akhirnya Dijebol Kroasia

Ia menilai proyek ini sebagai penerapan praktis kerja sama Belt and Road.

Data satelit akan diproses di pusat komputasi di Xinjiang. Model kecerdasan buatan (AI) akan dikembangkan untuk memprediksi bencana geologis, mendeteksi hama pertanian, dan memantau pencairan gletser.

Akobir Mirzorakhimzoda, Wakil Presiden Akademi Ilmu Pengetahuan Tajikistan, menilai penguasaan teknologi satelit dan AI memungkinkan pemantauan lingkungan secara real time.

Hal ini menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih tepat.

>>> 5 Cara Bijak Merespons Anak yang Tidak Jujur Tanpa Menuduh

Proyek ini menandai makin eratnya kolaborasi China dan negara Asia Tengah dalam menghadapi tantangan lingkungan dan bencana alam.