Polda Metro Jaya meningkatkan patroli siber dan pemantauan media sosial untuk mengantisipasi potensi provokasi dalam aksi unjuk rasa mahasiswa di Jakarta pada Jumat (12/06/2026).

Langkah preventif ini diambil demi menjaga keamanan dan ketertiban selama penyampaian pendapat berlangsung.

>>> Jadwal Piala Dunia 13 Juni 2026: Kanada dan AS Tampil Perdana

Pengawasan ketat difokuskan pada peredaran poster, imbauan, serta ajakan turun ke jalan yang tersebar di jagat maya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyatakan bahwa patroli siber mencakup flyer-flyer imbauan ajakan turun ke jalan.

Kolaborasi dan Pengamanan

Langkah ini melibatkan kolaborasi antara Direktorat Siber, Direktorat Intelkam, dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Identifikasi kepolisian menunjukkan adanya indikasi keterlibatan beberapa kelompok di luar elemen mahasiswa yang diduga hendak memicu kericuhan.

Kelompok-kelompok tersebut disinyalir mencoba membawa barang berbahaya seperti bom molotov ke lokasi aksi.

>>> Pemprov DKI Padamkan Lampu Serentak Satu Jam pada 13 Juni

Pengawasan terhadap pergerakan perusak keamanan tersebut kini dilakukan secara intensif oleh Satuan Tugas Penegakan Hukum Direktorat Polda Metro Jaya.

Budi Hermanto menegaskan bahwa aparat akan menindak tegas pihak-pihak yang kedapatan membawa barang terlarang.

Sebanyak 6.088 personel gabungan dikerahkan untuk mengawal jalannya aksi penyampaian pendapat ini.

Komposisi pasukan pengamanan terdiri atas 3.802 personel Polda Metro Jaya, 1.000 personel Korps Brimob, 586 personel Polres Metro Jakarta Pusat, 500 personel Tentara Nasional Indonesia, dan 200 personel Korps Sabhara.

>>> Pengguna Buru Link DANA Kaget untuk Dapatkan Saldo Gratis

Pengamanan meliputi wilayah seputaran DPR/MPR RI, Bundaran HI, Patung Kuda, dan Cikini Raya.