Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra merespons aksi penyampaian pendapat oleh sejumlah elemen mahasiswa, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia, di beberapa titik Jakarta pada Jumat (12/06/2026).

Penjagaan persatuan dan kesatuan bangsa menjadi penekanan utama pemerintah dalam menanggapi demonstrasi tersebut.

>>> Harga Bitcoin Tembus US$ 63.400 Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran

"Hal yang penting kita semua harus menjaga ya, persatuan-kesatuan. Jangan sampai ada hal yang tidak menguntungkan lah bagi kita semua ya?

Itu aja," ujar Herindra.

Aparat keamanan menyiagakan sebanyak 6.088 personel gabungan untuk mengawal jalannya penyampaian aspirasi tersebut.

>>> Telkomsel Raih Dua Penghargaan di Twimbit Telecom Awards 2026

Komposisi pasukan pengamanan ini meliputi 3.802 personel Polda Metro Jaya, 1.000 personel Korps Brimob, 586 personel Polres Metro Jakarta Pusat, 500 personel Tentara Nasional Indonesia, serta 200 personel Korps Sabhara.

Penyebaran ribuan personel gabungan tersebut difokuskan pada empat kawasan utama yang menjadi lokasi konsentrasi massa di ibu kota.

>>> HIMKI: Kenaikan BI Rate Tekan Industri Mebel dan Kerajinan

"Kegiatan ini meliputi pengamanan yang pertama di wilayah seputaran DPR/MPR RI, yang kedua seputaran Bundaran HI, yang ketiga seputaran Patung Kuda, dan keempat seputaran Cikini Raya," ujar Budi Hermanto, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya.