Harga Bitcoin Tembus US$ 63.400 Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran
Harga Bitcoin mencatat lonjakan signifikan hingga menembus level US$ 63.400 pada Kamis (11/6/2026).
Kenaikan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembatalan rencana serangan militer terhadap Iran.
>>> Telkomsel Raih Dua Penghargaan di Twimbit Telecom Awards 2026
Sebelumnya, nilai Bitcoin berada di posisi US$ 61.100.
Namun, setelah pengumuman tersebut, harga melesat sekitar 3 persen seiring meredanya ketegangan geopolitik yang sempat memicu kekhawatiran pelaku pasar global.
Pergerakan positif ini sejalan dengan reli di pasar saham.
Indeks S&P 500 naik 1,75 persen, Nasdaq melesat 2,5 persen, dan Dow Jones bertambah lebih dari 900 poin.
Pemulihan ini menunjukkan perilaku pasar yang kembali memburu aset berisiko tinggi (risk-on). Berkurangnya kecemasan konflik global membuka peluang kembalinya aliran modal institusional ke produk investasi seperti ETF Bitcoin.
>>> HIMKI: Kenaikan BI Rate Tekan Industri Mebel dan Kerajinan
Fokus Beralih ke The Fed
Meski hambatan geopolitik mulai teratasi, ketidakpastian lain masih membayangi pergerakan modal. Pertemuan bank sentral AS atau Federal Reserve dijadwalkan pada 16-17 Juni mendatang.
Saat ini, ekspektasi pelaku pasar terhadap keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga berada di angka 98 persen.
Namun, kejelasan panduan kebijakan moneter ke depan tetap menjadi penentu utama arah investasi jangka panjang.
Sinyal pemangkasan suku bunga yang jelas diprediksi mampu melenyapkan keraguan investor institusi yang menahan diri selama 13 sesi terakhir.
>>> HP Gaming 2 Jutaan 2026 Punya Pilihan Menarik dengan Layar 120Hz dan Baterai Besar
Sebaliknya, pernyataan bernada hawkish atau ambigu berisiko memudarkan sentimen positif dari kesepakatan damai Iran pada 17 Juni nanti.
Update Terbaru
Komisi XI Masih Menunggu Penugasan Bamus untuk Uji Kelayakan Calon Gubernur BI
Senin / 27-07-2026, 20:28 WIB
Longsor di Morowali Utara: 2.104 Jiwa Terisolir, Akses Jalan Putus
Senin / 27-07-2026, 20:28 WIB
Kuwait dan Bahrain Kirim Jet Tempur Serang Target di Iran
Senin / 27-07-2026, 20:28 WIB
Ayah dan Anak Tewas di Palu, Istri Kritis Akibat Pembunuhan
Senin / 27-07-2026, 20:28 WIB
Pemusnahan 312 Ton MBM Berporcine, Tiga Lembaga Negara Tindak Tegas Pelanggaran Halal
Senin / 27-07-2026, 20:21 WIB
Bantuan Top-up Gaji PNS: Mendagri Minta Pemda Efisien Dulu
Senin / 27-07-2026, 20:21 WIB
Pemukim Israel Serang Desa di Tepi Barat, Bakar Dua Masjid dan Rumah Warga
Senin / 27-07-2026, 20:21 WIB
Vietnam Sembunyikan 'Badai Bola Mati' untuk Hadapi Indonesia di Piala AFF 2026
Senin / 27-07-2026, 20:21 WIB
Truk Trailer Tabrak Rumah Warga di Pasuruan, Tiga Tewas dan Dua Luka Berat
Senin / 27-07-2026, 20:14 WIB
Etomidate: Bareskrim Bekuk Kasat Narkoba Tangsel dan 5 Anggota
Senin / 27-07-2026, 20:14 WIB
Gaikindo Bantah Tudingan Hambat Transisi Mobil Listrik di Indonesia
Senin / 27-07-2026, 20:14 WIB
Eks Sekutu Tantang Netanyahu di Pemilu Israel, Elektabilitas Unggul
Senin / 27-07-2026, 20:14 WIB
Ahmad Luthfi Luncurkan Satgas PHK dan Turunkan Tarif Trans Jateng untuk Buruh
Senin / 27-07-2026, 20:07 WIB
Prabowo Panggil KSSK Bahas Ekonomi Usai Perry Warjiyo Mundur dari BI
Senin / 27-07-2026, 20:07 WIB







