Critical Metals Corp. telah menandatangani perjanjian pasokan 15 tahun dengan REalloys untuk material dari proyek Tanbreez di Greenland selatan.

Deposit itu disebut sebagai salah satu sumber rare earth berat terbesar di dunia.

>>> Kentang vs Nasi: Mana yang Lebih Sehat untuk Tubuh?

Kesepakatan itu mencakup 15% dari produksi bulanan Fase 1, yang setara dengan sekitar 2.500 ton konsentrat per tahun.

Ini bukan sekadar kontrak pertambangan, melainkan peringatan rantai pasokan.

Washington menginginkan material rare earth yang tidak bergantung pada China. Perusahaan pertahanan membutuhkan sumber yang sesuai sebelum tenggat pengadaan 2027.

Pemerintah Afrika kini menghadapi pertanyaan tajam: dapatkah mereka mengubah kekayaan mineral menjadi pasokan tepercaya dengan cepat?

Kesepakatan dengan Bobot Pertahanan

Rare earth tidak hanya untuk mobil listrik, turbin angin, dan ponsel.

Elemen terberat dan paling strategis, termasuk disprosium dan terbium, digunakan dalam magnet permanen berkinerja tinggi yang tahan panas di sistem kedirgantaraan dan pertahanan.

REalloys mengatakan Tanbreez akan mendukung strategi "tambang-ke-magnet" untuk pertahanan AS, energi, NASA, dan pelanggan industri lainnya. Waktu pelaksanaan menjadi krusial.

Aturan pengadaan pertahanan AS mulai berlaku pada 1 Januari 2027, memperketat pembatasan bahan yang ditambang, dimurnikan, dipisahkan, dilebur, atau diproduksi di negara termasuk China, Rusia, Iran, dan Korea Utara.

Untuk magnet samarium-kobalt dan neodimium-besi-boron, aturan itu meluas jauh ke dalam rantai pasokan.

Greenland menjadi sangat menarik.

Ini bukan jawaban ajaib dan tidak menghapus peran Afrika, tetapi memberi AS dan sekutunya opsi yang selaras secara politik dalam perlombaan yang setiap bulannya berarti.

China Masih Menentukan Laju

China tetap menjadi pusat gravitasi rare earth, terutama setelah bijih keluar dari tanah.