Iran kembali menegaskan komitmennya untuk mempertahankan kendali penuh atas Selat Hormuz. Pernyataan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan meningkatkan operasi militer terhadap Iran.

Juru Bicara Komisi Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Selat Hormuz.

>>> Iran Kecam AS Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026: 'Ini Bencana'

"Kami dengan tegas mendukung tindakan militer kami yang berhasil menghadapi musuh dan menegaskan kedaulatan atas Selat Hormuz," ujar Rezaei, dikutip Senin (29/6).

Ia menegaskan kondisi di jalur pelayaran tersebut tidak akan kembali seperti sebelumnya. Negara-negara lain tidak memiliki pilihan selain mengikuti aturan yang ditetapkan Iran.

"Selat Hormuz tidak akan kembali ke keadaan sebelumnya, dan negara-negara lain tidak memiliki pilihan selain tunduk pada arahan dari Iran di Selat Hormuz," katanya.

Ancaman Trump dan Ketegangan Baru

Sebelumnya, Donald Trump mengancam akan meningkatkan operasi militer ke Iran. Ia menilai Iran tidak mematuhi kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati kedua negara.

>>> Jadwal Rilis Dorohedoro Season 2 di Crunchyroll

Trump bahkan menyatakan siap "menyelesaikan pekerjaan" secara militer jika musuh terus melanggar perjanjian tersebut.

Di tengah saling lempar ancaman, sebenarnya terdapat nota kesepahaman sementara antara kedua negara yang mengatur Selat Hormuz. Kesepakatan itu mengatur mekanisme pengendalian jalur pelayaran strategis tersebut.

Dalam perjanjian 60 hari itu, kapal-kapal dijamin dapat melintas tanpa dikenai biaya. Namun, pernyataan terbaru Iran menunjukkan sikap bersikukuh bahwa kendali atas Selat Hormuz berada di tangan mereka.

>>> Jadwal Rilis Gals Can't Be Kind to Otaku!? di Crunchyroll

Sikap tersebut berpotensi memperbesar ketegangan dengan Amerika Serikat. Selat Hormuz merupakan salah satu rute perdagangan energi paling vital di dunia.