Iran dan Amerika Serikat (AS) sepakat untuk menghentikan serangan terbaru mereka di Selat Hormuz akhir pekan kemarin.

Kedua pihak berencana untuk bertemu pada Selasa (30/6) di Qatar, menurut laporan Axios yang mengutip seorang pejabat AS.

>>> Bintang Hollywood Tampil Memukau di Karpet Merah BET Awards 2026

Kelanjutan negosiasi ini terjadi beberapa hari setelah AS meluncurkan serangan balasan atas gempuran Iran terhadap kapal kargo di Selat Hormuz pada Kamis (25/6).

Iran juga meluncurkan rudal dan drone ke situs militer AS di Kuwait dan Bahrain pada Minggu (28/6) pagi.

Serangan itu dilakukan tak lama setelah Presiden Donald Trump mengancam bakal melenyapkan kepemimpinan Iran jika tidak patuh pada kesepakatan untuk mengakhiri perang.

"Mungkin akan tiba saatnya kita tidak lagi mampu bersikap rasional, dan akan dipaksa untuk menyelesaikan secara militer pekerjaan yang telah kita mulai dengan sangat sukses," kata Trump.

>>> Kemendikdasmen Minta Kejuaraan Pencak Silat Piala Presiden Terus Digelar

"Jika itu terjadi, Republik Islam Iran tidak akan ada lagi!" imbuhnya, dilansir Reuters.

Satu jam usai cuitan Trump, militer Kuwait mengatakan pertahanan udaranya telah menangkis serangan rudal dan drone. Sementara itu, Bahrain melaporkan sirene telah berbunyi.

Korps Garda Revolusi Islam Iran mengakui angkatan laut dan angkatan udaranya meluncurkan operasi rudal dan drone yang menargetkan situs militer AS di Kuwait dan Bahrain.

>>> Jadwal Siaran Langsung Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026

Imbasnya, Iran membatalkan pembicaraan teknis dengan AS yang seharusnya digelar pada Minggu (28/6), dengan alasan serangan baru-baru ini terhadap negara itu dan syarat-syarat kesepakatan damai yang belum terpenuhi.