Starship Technologies, perusahaan robot pengantar terkemuka, mengumumkan penghentian operasi di kampus universitas dan akan memindahkan lebih dari 1.000 robotnya ke lingkungan perkotaan.

Keputusan ini mulai terasa dampaknya setelah berbagai universitas mitra mengeluarkan pernyataan resmi yang menyesalkan berakhirnya program tersebut.

>>> Karyawan Boroskan Token AI Mahal untuk Tugas Konyol

CEO Starship, Ahti Heinla, mengatakan bahwa perusahaan melihat banyak potensi di berbagai industri, namun saatnya fokus pada sektor yang paling bernilai, yaitu pengiriman untuk rantai toko kelontong dan restoran di kota.

Langkah ini merupakan perubahan besar bagi Starship, yang pertama kali memperkenalkan robotnya di George Mason University pada 2019.

Sejak itu, perusahaan bermitra dengan lebih dari 60 universitas, yang menjadi laboratorium uji coba yang lebih toleran dibandingkan jalanan kota yang tidak terduga.

Pandemi COVID-19 menjadi berkah tak terduga, dengan robot Starship mengirimkan hingga 400 pesanan per hari di University of Wisconsin-Madison.

Menurut survei internal Starship, 97 persen dari 5.000 mahasiswa yang disurvei menyukai robot tersebut, yang disebut sebagai salah satu tingkat persetujuan tertinggi untuk teknologi AI.

Seorang juru bicara Starship menyatakan bahwa kemitraan dengan kampus sangat fundamental bagi perusahaan, dan mereka berterima kasih atas dukungan universitas.

>>> Bank Muamalat Raih Penghargaan Layanan Digital Terbaik 2026

Namun, Starship kini memiliki ambisi lebih besar. Perusahaan memperkirakan permintaan robot pengiriman bahan makanan akan meningkat sepuluh kali lipat dalam dua tahun ke depan.

Di Finlandia, robot Starship sudah menangani satu dari lima pengiriman bahan makanan, dan perusahaan berharap dapat mencapai pangsa serupa di Eropa dan AS.

Secara total, lebih dari 1.200 robot akan dipindahkan dari kampus-kampus AS. Ini merupakan langkah berisiko tinggi.

Meskipun mahasiswa menyukai robot pengantar makanan, banyak penduduk kota justru tidak. Robot sering kali mengganggu lalu lintas, menghancurkan halte bus kaca, dan menghalangi pejalan kaki difabel.

Bahkan ada laporan robot yang melukai manusia.

>>> Kode Redeem FF Free Fire Hari Ini 29 Juni 2026: Klaim Sebelum Bulan Juli

Salah satu distrik di Chicago telah melarang robot pengantar beroperasi, menunjukkan tantangan yang dihadapi Starship untuk memenangkan hati warga kota.