Karyawan Boroskan Token AI Mahal untuk Tugas Konyol
Di balik hiruk-pikuk kecerdasan buatan (AI), terdapat masalah nyata: perusahaan membebankan harga selangit untuk alat yang nilainya masih kalah dari tenaga manusia.
Dampak dari kontradiksi ini mulai terasa di kantor-kantor di seluruh Amerika Serikat.
>>> Bank Muamalat Raih Penghargaan Layanan Digital Terbaik 2026
Perusahaan fintech Slash, misalnya, mendorong karyawannya untuk menggunakan alat coding AI sebanyak mungkin—fenomena yang disebut tokenmaxxing—dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan menekan biaya.
Sayangnya, model bahasa besar (LLM) masih terlalu mahal dan belum cukup berguna untuk mewujudkan target tersebut.
Di Slash, seorang karyawan menghabiskan token AI senilai $80.000 untuk membuat video game biasa-biasa saja bernama "brainrot shooter."
Menurut Business Insider, game first-person shooter itu hanya menampilkan pemain yang berlari menembak musuh yang terinspirasi dari meme internet.
"Tolong mainkan agar kami bisa menulis ini sebagai biaya pemasaran," tulis Slash di media sosial.
Di tempat lain, pekerja kantoran yang disuruh menggunakan AI sebanyak mungkin justru menghabiskan dana besar untuk tugas yang sebenarnya tidak membutuhkan LLM.
Di perusahaan konsultan Accenture, menurut 404 Media, pekerja non-teknis menggunakan anggaran AI perusahaan untuk hal-hal seperti mengonversi file PDF menjadi presentasi PowerPoint.
"Kami melihat dari data internal bahwa bukan insinyur kami yang mendorong konsumsi token," kata Kepala Strategi AI Accenture, Justice Kwak, dalam rapat internal berdasarkan rekaman audio yang bocor.
>>> Kode Redeem FF Free Fire Hari Ini 29 Juni 2026: Klaim Sebelum Bulan Juli
"Banyak dari non-insinyur yang melakukan perilaku tersebut."
Situasi ini ironis karena para pekerja melakukan persis apa yang diperintahkan—menggunakan teknologi baru dengan segala cara—sehingga memperlihatkan betapa sedikit manfaat yang mereka peroleh.
Update Terbaru
Granblue Fantasy Versus Rising Rilis Versi 2.60 dan Versi Switch 2 pada 17 September
Senin / 29-06-2026, 09:42 WIB
Kim Mu Yeol Ungkap Dulu Hanya Berpenghasilan Rp2 Juta, Kini Sukses Berkat Teach You A Lesson
Senin / 29-06-2026, 09:33 WIB
Song Kang dan Lee Jun Young Jadi Pianis Jenius di Drama Four Hands, Two Sonatas
Senin / 29-06-2026, 09:33 WIB
Prosedur Bedah Mata yang Mengubah Warna Iris Bikin Khawatir Ilmuwan
Senin / 29-06-2026, 09:23 WIB
Polisi di Vancouver Gunakan AI untuk Edit Foto Barang Bukti Narkoba
Senin / 29-06-2026, 09:23 WIB
BRIN dan Kemdiktisaintek Siapkan Peta Jalan Riset Nasional hingga 2045
Senin / 29-06-2026, 09:13 WIB
BRIN Kembangkan Cabai Tahan Kutudaun, Kurangi Ketergantungan Pestisida
Senin / 29-06-2026, 09:13 WIB
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Johnston County, Satu Orang Luka
Senin / 29-06-2026, 09:08 WIB
Pabrik Mineral Laut Dalam Pertama AS Berpotensi Dibangun di Brunswick County
Senin / 29-06-2026, 09:08 WIB
7 Keutamaan Ayat Kursi yang Diakui Makhluk Gaib, Ini Cara Memahaminya
Senin / 29-06-2026, 09:08 WIB
BPS Pastikan Data Sensus Ekonomi 2026 Tak Dipakai untuk Pajak, Masyarakat Diminta Tak Perlu Khawatir
Senin / 29-06-2026, 09:07 WIB
Prabowo: Saya 4 Kali Kalah, tapi Tak Pernah Ganggu Pemimpin
Senin / 29-06-2026, 09:03 WIB
Dokter Tifa Sindir PN Jaktim yang Larang Siaran Langsung Sidangnya
Senin / 29-06-2026, 09:03 WIB
Bahlil: Program E20 Butuh 4 Juta KL Bioetanol per Tahun
Senin / 29-06-2026, 09:03 WIB






