Platform e-commerce Lazada dikabarkan akan memangkas sekitar 5 persen karyawannya di Asia Tenggara.

Langkah ini diambil setelah perusahaan meninjau ulang sejumlah posisi di beberapa pasar.

in1

>>> Cara Mendapatkan 10 Dolar dari Game Puzzle Lewat Aplikasi Penghasil Uang Terbaik 2026

Jumlah pasti karyawan yang terdampak tidak disebutkan secara rinci.

Namun, Lazada menyatakan keputusan ini didasarkan pada kebutuhan bisnis saat ini, kebutuhan peran, dan efisiensi perusahaan.

“Bagi posisi yang terdampak, kami akan segera mengajak karyawan untuk berdiskusi dan memperlakukan mereka dengan penuh perhatian dan rasa hormat,” kata juru bicara Lazada, dikutip dari The Straits Times, Rabu (24/06).

Lazada saat ini beroperasi di enam negara Asia Tenggara, termasuk Singapura, Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Filipina.

Perusahaan berkomitmen memberikan dukungan bagi karyawan yang terdampak selama masa transisi.

“Kami berkomitmen untuk mendukung karyawan yang terdampak selama masa transisi ini dengan memberikan panduan dan dukungan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

>>> Bogor Jadi Asal Pemain Judol Terbanyak RI, Deposit Tembus Rp414 M

Di Singapura, Lazada akan bekerja sama dengan organisasi Food, Drinks and Allied Workers Union (FDAWU) untuk memastikan proses ini ditangani secara bertanggung jawab.

Sementara di pasar lain, perusahaan bekerja sama dengan instansi dan lembaga pemerintah terkait.

Sekretaris Jenderal FDAWU, Sankaradass S. Chami, mengatakan bahwa Lazada telah memberi tahu mereka mengenai pemutusan hubungan kerja tersebut.

“Pemberitahuan dini ini mencerminkan hubungan yang positif antara pihak manajemen dan pekerja serta rasa saling percaya yang telah terbina dari waktu ke waktu,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Lazada akan memberikan satu tahun dukungan dan dana pelatihan bagi anggota serikat yang terdampak.

Alasan detail pemangkasan tidak disebutkan, namun ini menjadi kali pertama Lazada melakukan PHK dalam setahun terakhir.

>>> Profil Andy Burnham, Kandidat Kuat Pengganti PM Inggris Keir Starmer

Langkah ini terjadi setelah pesaingnya, Shopee, lebih dulu memangkas ratusan karyawan pada awal Juni 2026.