Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat Kabupaten Bogor sebagai wilayah dengan jumlah pemain judi online (judol) terbanyak di Indonesia.

Jumlah pemain di Bogor mencapai 103.092 orang dengan total nilai deposit Rp414,4 miliar.

in1

>>> Profil Andy Burnham, Kandidat Kuat Pengganti PM Inggris Keir Starmer

Data tersebut diunggah PPATK melalui akun Instagram @ppatk_indonesia pada Selasa (23/6).

PPATK menyebutkan bahwa wilayah Jabodetabek menjadi pusat aktivitas judi online nasional. Empat wilayah dengan pemain terbesar di kawasan ini memiliki total deposit sekitar Rp1,78 miliar.

Peringkat Wilayah Pemain Judol Terbanyak

Setelah Bogor, urutan kedua ditempati Jakarta Barat dengan 89.320 pemain dan deposit Rp600,6 miliar.

Posisi ketiga adalah Jakarta Timur dengan 81.750 pemain dan deposit Rp425,9 miliar, disusul Kota Bandung dengan 80.549 pemain dan deposit Rp341,7 miliar.

Berdasarkan provinsi, DKI Jakarta menyumbang empat daerah, Jawa Barat empat daerah, dan Banten dua daerah dalam 10 besar provinsi dengan pemain judol terbanyak.

PPATK juga merinci pemain judol terbanyak per kecamatan.

>>> Kortastipidkor Polri Geledah Bea Cukai Juanda Sidoarjo

Cengkareng, Jakarta Barat memimpin dengan 21.497 pemain, diikuti Cakung (14.664), Tanjung Priok (13.769), Kebayoran Lama (9.948), dan Bekasi Utara (7.793).

"Ini menunjukkan bahwa judi online bukan lagi fenomena yang jauh atau abstrak.

Ia sudah hadir di lingkungan tempat tinggal, sekolah, kampus, tempat kerja, hingga komunitas sekitar kita," ungkap PPATK.

Mayoritas pemain judol berasal dari usia produktif, yaitu rentang 20-30 tahun, kemudian kelompok 31-40 tahun. Berdasarkan jenis kelamin, perbandingan pemain laki-laki dan perempuan adalah 7:4.

"Artinya, kelompok usia produktif yang menjadi motor ekonomi justru menjadi kelompok yang paling rentan terpapar judi online.

>>> Cara Cek Desil Bansos Online via NIK KTP, Mudah dan Cepat

Yang dipertaruhkan bukan hanya uang, tetapi juga masa depan produktif," terang PPATK.