Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan bahwa wilayah Jabodetabek menjadi salah satu pusat aktivitas judi online (judol) terbesar di Indonesia.

Temuan ini berdasarkan pemetaan sebaran pemain judi online nasional sepanjang tahun 2025 yang diunggah PPATK di akun Instagram resminya.

in1

>>> Mobil TKP Jenazah di Bandara Juanda Diduga Kendaraan Dinas Pemkab Bangkalan

Dalam unggahan tersebut, PPATK menyebut Jabodetabek membentuk klaster aktivitas judol terbesar di Tanah Air.

Dari 10 wilayah dengan jumlah pemain terbanyak, sebagian besar berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

"Data PPATK tahun 2025 menunjukkan adanya konsentrasi aktivitas judi online di sejumlah wilayah, dengan Jabodetabek menjadi salah satu klaster terbesar secara nasional," tulis PPATK, Selasa (23/6).

Kabupaten Bogor Peringkat Pertama

Berdasarkan data PPATK, Kabupaten Bogor menempati posisi pertama sebagai wilayah dengan jumlah pemain judi online terbanyak, yakni 103.092 pemain.

Nilai deposit yang tercatat mencapai sekitar Rp414,4 miliar.

Posisi kedua ditempati Jakarta Barat dengan 89.320 pemain dan deposit sekitar Rp600,6 miliar.

Jakarta Timur berada di urutan ketiga dengan 81.750 pemain dan deposit Rp425,9 miliar.

Kota Bandung melengkapi empat besar dengan 80.549 pemain dan deposit sekitar Rp341,7 miliar.

PPATK mencatat dari 10 wilayah dengan pemain judol terbanyak, empat wilayah berasal dari DKI Jakarta, empat dari Jawa Barat, dan dua dari Banten.

Kondisi ini membentuk klaster Jabodetabek sebagai pusat aktivitas judi online nasional.

>>> Cerita Sekolah Rakyat Dukung Keberanian Risky Wujudkan Mimpi

Pemetaan Hingga Tingkat Kecamatan

PPATK juga memetakan sebaran aktivitas judi online hingga tingkat kecamatan. Hasilnya menunjukkan sejumlah titik dengan konsentrasi pemain yang jauh lebih tinggi dibanding wilayah sekitarnya.