Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, tercatat sebagai wilayah dengan jumlah pemain terbanyak, mencapai 21.497 orang.

Disusul Cakung, Jakarta Timur sebanyak 14.664 pemain dan Tanjung Priok, Jakarta Utara sebanyak 13.769 pemain.

in1

Sementara itu, Kecamatan Kebayoran Lama di Jakarta Selatan memiliki 9.948 pemain dan Bekasi Utara sebanyak 7.793 pemain.

PPATK menyebut pemetaan hingga tingkat kecamatan menunjukkan aktivitas judol bukan lagi fenomena abstrak. "Judi online bukan lagi fenomena yang jauh atau abstrak.

Ia sudah hadir di lingkungan tempat tinggal, sekolah, kampus, tempat kerja hingga komunitas sekitar kita," tulis PPATK.

Profil Demografi Pemain

Selain wilayah, PPATK juga memotret profil demografi pemain judi online. Kelompok usia 20-30 tahun menjadi kelompok dengan prevalensi tertinggi, disusul kelompok usia 31-40 tahun di posisi kedua.

Mayoritas pemain judi online tercatat berjenis kelamin laki-laki.

PPATK menilai kondisi ini menunjukkan kelompok usia produktif yang menjadi motor penggerak ekonomi justru termasuk yang paling rentan terpapar aktivitas perjudian daring.

>>> FIFA Ingin Ubah Aturan Adu Penalti di Piala Dunia 2026

"Yang dipertaruhkan bukan hanya uang, tetapi juga masa depan produktif," tulis PPATK.