Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang meluncurkan program edukasi bernama Sinau Perkuat Literasi Digital (SAPULIDI) untuk melindungi pelajar Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 dari konten negatif seperti judi online (judol) dan hoaks.

Kepala Diskominfo Kota Malang Nur Widianto menjelaskan bahwa SAPULIDI memiliki makna spirit sapu yang menyapu hal negatif, khususnya judol dan hoaks.

in1

>>> Tiga KEK Manufaktur Terbesar Perluas Lahan, Investasi Rp 557 Triliun Mengantre

Program ini merupakan bagian dari penguatan literasi digital pelajar Sekolah Rakyat.

Program tersebut difokuskan untuk memberikan pemahaman tentang dampak bahaya paparan konten negatif.

Konsep SAPULIDI diharapkan mampu membentuk pola pikir kritis dan sikap bijak para pelajar saat memanfaatkan perangkat teknologi informasi.

Diskominfo Kota Malang juga memasukkan materi dasar tentang coding, pemahaman kecerdasan buatan (AI), dan persandian keamanan ke dalam program SAPULIDI.

>>> Marc Marquez Tercepat di FP1 MotoGP Ceko 2026 Meski Jatuh

Menurut Widianto, materi tersebut penting untuk membangun fondasi skill pelajar Sekolah Rakyat agar lebih siap jika melanjutkan pendidikan di bidang teknologi informasi.

Ia berharap strategi ini berdampak pada masa depan pelajar, terutama yang bercita-cita bekerja di industri kreatif atau lembaga keamanan negara.

Diskominfo berkomitmen menggencarkan SAPULIDI dengan memperkuat komunikasi bersama jajaran SRMP 16, termasuk penyesuaian jadwal pelaksanaan.

>>> Psikolog Hoshael Waluyo Erlan: Siapkan Masa Tua Bahagia Sejak Usia Produktif

Pelaksanaan pertama dilakukan pada Kamis (18/6), namun jadwal rutin masih akan ditentukan setelah koordinasi dengan kepala sekolah.