Nintendo menambah lebih dari 300 karyawan tetap selama tahun fiskal 2026, menjadikan total tenaga kerja global perusahaan mencapai 5.938 orang.

Data terbaru dari laporan ESG (Environmental, Social, and Governance) Nintendo mencakup periode April 2025 hingga Maret 2026. Informasi ini pertama kali disorot oleh Nintendo Everything.

in1

>>> Rhythm Heaven Groove Ancam Dominasi Tomodachi Life di eShop Nintendo Switch

Pertumbuhan Karyawan di Berbagai Wilayah

Menurut laporan ESG, Nintendo mempekerjakan 3.160 staf tetap di Jepang, terdiri dari 2.348 pria dan 736 wanita.

Nintendo of America memiliki 1.603 karyawan, Nintendo of Europe 1.151, dan Nintendo Australia 100.

Dibandingkan tahun fiskal sebelumnya, jumlah karyawan meningkat di Jepang, Amerika Utara, dan Eropa. Sementara itu, jumlah karyawan di Australia relatif stabil.

Pertumbuhan ini sejalan dengan upaya pengembangan gim pihak pertama, dukungan perangkat keras keluarga Nintendo Switch, dan persiapan untuk produk generasi berikutnya.

Rata-rata masa kerja karyawan di Nintendo Co., Ltd. Jepang mencapai 14,6 tahun. Angka ini menunjukkan stabilitas tenaga kerja yang tinggi.

Tingkat pergantian karyawan juga rendah: 2,3% di Jepang, 4,0% di Amerika Utara, dan 5,7% di Eropa.

>>> Nike Rilis Sepatu Mind yang Diklaim Bisa Ubah Pola Pikir, Langsung Ludes

Namun, Nintendo Australia mencatat angka 16,2%.

Inisiatif Kesejahteraan dan Keberagaman

Laporan ESG juga menyoroti tingkat penggunaan cuti berbayar yang tinggi, partisipasi cuti pengasuhan anak, dan retensi karyawan setelah cuti tersebut.

Di Jepang, tingkat pengembalian setelah cuti pengasuhan anak mencapai 100%, dengan tingkat retensi 99,1%.

Nintendo melaporkan 82 karyawan penyandang disabilitas di Jepang, 162 di Nintendo of America, dan 16 di Nintendo of Europe.

Seluruh karyawan di Jepang dan Australia menerima tinjauan kinerja dan pengembangan karier secara rutin. Di Amerika Utara, partisipasi mencapai 91,5%.

>>> Pikmin 4: Nintendo Utamakan 'Good Feeling' Ketimbang Realisme Suara

Dengan hampir 6.000 karyawan di seluruh dunia dan tingkat pergantian rendah, Nintendo terus berinvestasi pada sumber daya manusia untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.