Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026
Pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Timnas Maroko dan Belanda di Monterrey diprediksi menyajikan drama yang lebih dari sekadar perebutan tiket ke babak berikutnya.
Kedua tim memiliki kedekatan yang sangat kuat karena banyak pemain inti Maroko lahir dan besar di Belanda.
>>> Rupiah Ditutup Perkasa ke Rp17.851 per Dolar AS Sore Ini
Kehadiran tiga pemain kelahiran Belanda di skuad Singa Atlas, termasuk mesin gol Ismael Saibari yang kini membela PSV Eindhoven, menjadi bumbu tersendiri yang menambah tensi pertandingan.
Maroko juga banyak menyerap ilmu dan kultur sepak bola Belanda selama satu dekade terakhir hingga mampu membangun tim yang menembus semifinal Piala Dunia edisi sebelumnya.
Kini, tim asuhan Walid Regragui kembali menunjukkan kualitasnya setelah finis sebagai runner-up Grup C di bawah Brasil hanya karena kalah selisih gol.
Ronald Koeman Enggan Anggap Belanda Favorit
Pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman, mengaku sangat mewaspadai kualitas individu maupun kolektivitas permainan calon lawannya.
"Saya tidak yakin apakah kami adalah favorit dalam pertandingan melawan Maroko, ini adalah tim yang bagus dengan banyak kualitas dan mereka dapat mencetak gol dengan mudah," ujar Ronald Koeman dikutip dari Reuters.
>>> Daftar Harga Tiket Konser Guns N' Roses di Jakarta, Termurah Rp1,05 Juta Saat Presale
Belanda sendiri sedang berada dalam tren positif setelah sempat mengawali turnamen dengan hasil imbang melawan Jepang.
Oranje kemudian bangkit lewat kemenangan telak 5-0 atas Swedia sebelum menutup fase grup dengan kemenangan 3-0 atas Tunisia.
Ronald Koeman mengaku beruntung memiliki skuad yang solid dan memiliki semangat kebersamaan yang tinggi.
"Ada pemain yang suka menguasai bola, saya punya sekelompok pemain yang bekerja sangat baik bersama dan memiliki semangat tim yang hebat," tambah Ronald Koeman.
Menariknya, Koeman memiliki kenangan tersendiri melawan Maroko. Ia merupakan kapten Belanda saat mengalahkan negara Afrika tersebut pada Piala Dunia 1994 di Orlando.
>>> Model AI Claude Mythos 5 Kembali Bisa Diakses Setelah Diblokir AS
Kini situasinya jauh berbeda. Maroko memiliki basis pendukung yang sangat besar di Belanda, dengan populasi diaspora diperkirakan mencapai 430.000 orang.
Update Terbaru
Alasan Timnas Voli Indonesia Tidak Diarak usai Juara AVC Cup 2026
Senin / 29-06-2026, 17:28 WIB
Gus Ipul: Sekolah Rakyat Berawal dari Kejujuran soal Anak Putus Sekolah
Senin / 29-06-2026, 17:28 WIB
Cuplikan Cyberpunk: Edgerunners Season 2 Diduga Bocorkan Cameo Karakter Cyberpunk 2077
Senin / 29-06-2026, 17:24 WIB
Bahlil Buka Suara soal Peluang Harga Pertamax Turun Pekan Depan
Senin / 29-06-2026, 17:23 WIB
Istana Pastikan Latihan Militer Kopdes Merah Putih Tetap Berjalan
Senin / 29-06-2026, 17:23 WIB
Xbox Klaim Pesanan GTA 6 Pecahkan Rekor, Bantah Data Sony
Senin / 29-06-2026, 17:22 WIB
The Kept Man of the Princess Knight Anime Tayang Januari 2027, Teaser dan Staf Baru Dirilis
Senin / 29-06-2026, 17:22 WIB
AS dan Qatar Siap Cairkan Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun
Senin / 29-06-2026, 17:21 WIB
Universitas Terbuka: Kuliah Negeri Berkualitas dengan Biaya Terjangkau
Senin / 29-06-2026, 17:21 WIB
Prediksi Superkomputer: Brasil Lebih Diunggulkan, Peluang Adu Penalti Tinggi
Senin / 29-06-2026, 17:21 WIB
Roy Suryo Sebut Penggeledahan Tanpa Surat di Sidang Praperadilan
Senin / 29-06-2026, 17:21 WIB
Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina
Senin / 29-06-2026, 17:19 WIB
IHSG Anjlok 1,28 Persen ke 5.820 di Awal Pekan
Senin / 29-06-2026, 17:18 WIB
Junior Miners Fun Fest 2026: Pameran Tambang Interaktif untuk Anak Digelar di Jakarta
Senin / 29-06-2026, 17:18 WIB






