Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah Kota Palembang menggelar Gemilang Palembang Raya x Digital Kito Galo (DKG) 7th Tahun 2026.

Acara ini berlangsung di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, pada 25–28 Juni 2026.

in1

>>> Ombudsman Temukan Pelanggaran SPMB di Sumsel, Ratusan Siswa Terancam

Kegiatan ini merupakan kolaborasi pertama antara Gemilang Palembang Raya dan Digital Kito Galo.

Acara ini juga menjadi bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2026.

Tujuan utama kegiatan ini adalah mempercepat adopsi pembayaran digital, memperluas penggunaan QRIS, mendorong elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD), serta memperkuat literasi keuangan digital masyarakat.

Selain itu, acara ini juga bertujuan mempromosikan pariwisata dan UMKM di Palembang.

Transaksi QRIS di Sumsel Tembus Rp14 Triliun

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menyebutkan bahwa ekosistem pembayaran digital di Sumsel terus menguat.

Hingga Mei 2026, nilai transaksi QRIS di Sumatera Selatan mencapai hampir Rp14 triliun.

Jumlah merchant QRIS tercatat lebih dari 1,23 juta, sementara pengguna QRIS hingga April 2026 telah menembus 1,57 juta orang.

Menurut Bambang, capaian ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital semakin tinggi.

Tema yang diusung adalah "Transaksi Digital Inklusif, Wujudkan Ekonomi Sumsel yang Produktif". Tema ini dipilih untuk memperkuat sinergi antara digitalisasi ekonomi dengan sektor pariwisata.

Bambang berharap transaksi digital tidak hanya memudahkan masyarakat, tetapi juga meningkatkan daya saing UMKM, memperluas pasar produk lokal, serta memberikan pengalaman berwisata yang nyaman bagi wisatawan.

Digitalisasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Mewakili Gubernur Sumatera Selatan, Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Sumsel Basyaruddin Akhmad menegaskan bahwa digitalisasi pembayaran menjadi instrumen penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.