Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) periode 2025–2026, Tiyo Ardiyanto, akhirnya buka suara terkait laporan polisi yang diterimanya.

Tiyo dilaporkan oleh tiga pihak berbeda sepanjang Juni 2026 atas dugaan penghinaan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

in1

>>> Menteri ESDM Bahlil Kesal PLN Terlambat Antisipasi Pasokan Batu Bara

Pengacara Muhammad Firdaus Oiwobo melaporkannya ke Polres Tangerang Selatan. Dua laporan lainnya diajukan oleh Farhat Abbas dan organisasi Garda Prabowo ke Bareskrim Polri.

Tanggapan Tiyo soal Laporan

Menanggapi laporan tersebut, Tiyo mengaku tidak terlalu mempersoalkannya. Ia menilai langkah para pelapor sebagai upaya menunjukkan loyalitas kepada Presiden Prabowo.

"Saya pribadi memandang momentum ini memang bagus sekali untuk mereka yang ingin mempersembahkan loyalitasnya kepada Pak Presiden Prabowo.

Dan ini saya kira dimanfaatkan dengan baik oleh mereka yang melaporkan saya," ujar Tiyo saat ditemui di UC UGM, Kamis (25/6/2026).

Ia juga menyindir agar Presiden Prabowo memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah melaporkannya.

"Jadi, saya harap Pak Presiden memberikan apresiasi terbaik bagi mereka yang sedang menunjukkan loyalitasnya," lanjutnya.

Belum Ada Panggilan Polisi

Tiyo mengatakan hingga kini dirinya belum menerima surat panggilan maupun pemberitahuan resmi dari kepolisian terkait laporan yang ditujukan kepadanya.

>>> Waktu Minum Obat Hipertensi: Pagi atau Malam? Ini Kata Dokter

Meski demikian, ia menegaskan akan bersikap kooperatif apabila sewaktu-waktu dimintai keterangan oleh penyidik.

"Saya tentu tetap kooperatif. Apabila kita dipanggil pihak kepolisian, ya akan datang.

Apabila dimintai keterangan, ya kami akan berikan," tegasnya.

Menurut Tiyo, setelah kasus tersebut menjadi perhatian publik, banyak pihak menawarkan bantuan hukum kepadanya. Ia menilai hal itu sebagai bentuk solidaritas masyarakat sipil dalam menjaga demokrasi.

Tetap Kawal Kebijakan Pemerintah

Tiyo memastikan laporan polisi yang diterimanya tidak akan mengubah sikap kritisnya terhadap kebijakan pemerintah. Ia mengaku akan tetap fokus mengawal isu-isu yang dinilai penting bagi masyarakat.

Selain itu, Tiyo berkomitmen terus bertemu dengan anak-anak muda di berbagai daerah untuk meningkatkan kesadaran politik dan memperkuat fungsi kontrol masyarakat terhadap pemerintah.

"Meskipun ada pelaporan, kita masih terus keliling di daerah-daerah ketemu dengan anak-anak muda dan membangkitkan kesadaran politik.

>>> Komunitas Abad ke-7 di Gua Spanyol Terisolasi 500 Tahun, Ditemukan Jejak Kekerasan dan Cacar

Hari ini ada kekuasaan yang harus kita awasi supaya kekuasaan itu berjalan dengan benar dan berpihak pada rakyat," pungkasnya.