Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membantah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) akan mengungkap identitas pihak yang disebut sebagai 'orang kuat' di balik penangguhan penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa.

Kader PSI Dian Sandi Utama menegaskan bahwa pernyataan Jokowi sudah jelas. Mantan presiden itu memilih menghormati proses hukum dan menyerahkan sepenuhnya kepada kejaksaan.

in1

>>> Pemerintah Curigai Ada 'Permainan' di Balik Pemadaman Listrik di Jawa

"Statement Pak Jokowi jelas dan terang benderang; itu kewenangan Kejaksaan, kita hormati proses hukum," kata Dian, dikutip Jumat (26/6).

Sebelumnya, Jokowi menegaskan dirinya menyerahkan persoalan dugaan fitnah ijazah palsu kepada aparat penegak hukum. Ia meminta semua pihak menghormati proses hukum yang berlangsung.

"Itu kewenangan penuh dari Kejaksaan. Kita harus menghargai," ujar Jokowi saat ditemui di kediamannya di Solo, Jawa Tengah.

Menurut Jokowi, fokus utama saat ini bukan pada spekulasi mengenai pihak di balik keputusan tersebut, melainkan memastikan proses hukum berjalan hingga persidangan.

"Yang paling penting kita ikuti proses hukum yang ada sampai di persidangan," katanya.

Isu 'Orang Kuat' dan Respons Jokowi

Pernyataan Jokowi muncul setelah berkembang isu mengenai adanya sosok berpengaruh yang diduga menjadi faktor di balik tidak ditahannya Roy Suryo dan Dokter Tifa.

>>> Bahlil: Sabtu-Minggu Tetap Kerja, Biarlah Sakit di Kabinet, Rakyat Jangan Sakit

Isu itu mencuat setelah Sekretaris Jenderal Peradi Bersatu Ade Darmawan menyebut pihaknya mengetahui identitas sosok tersebut, namun meminta pengungkapan dilakukan langsung oleh Jokowi.

"Nanti Pak Jokowi sendiri yang menyampaikan ya, orang kuat itu. Kami tahu tetapi kami tidak mau hari ini membuka ini di sini," kata Ade.