Militer Amerika Serikat turut serta dalam perencanaan misi bantuan kemanusiaan pemerintah AS untuk Venezuela setelah negara itu diguncang gempa bumi berkekuatan 7,1 dan 7,5 skala Richter pada Rabu lalu.

Komando Selatan AS (SOUTHCOM) menyatakan bahwa pasukan gabungan bergerak cepat untuk mengerahkan kemampuan angkut udara, logistik, dan penyelamatan jiwa guna mendukung pemerintah Venezuela selama krisis ini.

in1

>>> Roy Suryo Sulit Bedakan Polisi dan Perampok Saat Ditangkap di Kasus Ijazah Jokowi

Pernyataan SOUTHCOM tidak menyebutkan apakah tentara AS akan dikirim ke Venezuela untuk misi bantuan kemanusiaan dan bencana.

Atas arahan Pentagon, komando tempur tersebut saat ini bekerja sama dengan Departemen Luar Negeri untuk mendukung upaya bantuan gempa yang telah menewaskan sedikitnya 164 orang.

SOUTHCOM telah membentuk tim perencanaan operasional yang mencakup para ahli dari Biro Bantuan Kemanusiaan untuk memberikan nasihat kepada staf dan pimpinan dalam perencanaan bantuan bencana dan keputusan terkait misi.

Komando juga telah memulai koordinasi erat dengan mitra dan sekutu lain di kawasan yang berjanji bergabung dalam bantuan internasional untuk rakyat Venezuela.

>>> Kaesang Pangarep Tiba di Lampung, Siap Dampingi Jokowi Blusukan 3 Hari

Sebelumnya tahun ini, AS melakukan operasi khusus untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro.

Setelah ia dibawa ke New York dan didakwa dengan perdagangan narkoba, Delcy Rodríguez menjabat sebagai presiden sementara.

Pada Rabu, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa AS siap membantu Venezuela dan telah menginstruksikan semua lembaga pemerintah untuk bersiap bergerak cepat.

Departemen Luar Negeri telah memobilisasi satuan tugas untuk mengoordinasikan dan menyalurkan bantuan bencana ke Venezuela, demikian tulis Jeremy Lewin, pejabat departemen yang menangani urusan kemanusiaan, dalam unggahan media sosial.

>>> Israel Tegas Tak Akan Tarik Pasukan dari Lebanon, Upaya Mediasi AS Sia-sia

"Bekerja sama dengan mitra di pemerintahan sementara Venezuela, AS akan mengirim tim pencarian dan penyelamatan, perlengkapan medis dan kemanusiaan, serta sumber daya lain di hari-hari kritis pertama setelah bencana alam ini," tulis Lewin.