Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai cerita rakyat Indonesia tidak boleh hanya dipandang sebagai warisan budaya masa lalu.

Ia mendorong agar tradisi bercerita dihidupkan kembali menjadi gerakan nasional yang relevan bagi generasi muda.

in1

>>> Jadwal Bioskop Trans TV  27 – 28 Juni 2026

Hal itu disampaikan Fadli dalam Puncak Apresiasi Karya Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 di Jakarta, Rabu (24/6).

Acara tersebut merupakan puncak dari program yang berlangsung pada 20 April hingga 20 Mei 2026.

Program Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 berhasil menjangkau seluruh 34 provinsi di Indonesia.

Sebanyak 2.797 peserta mengirimkan 1.737 karya video mendongeng yang diunggah melalui media sosial dan platform resmi.

Partisipasi datang dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, remaja, orang tua, pendidik, hingga kelompok inklusi.

Fadli menyebut angka itu sebagai sinyal bahwa cerita rakyat masih memiliki tempat di hati masyarakat.

"Lebih dari 1.700 karya dari 34 provinsi ini menandakan bahwa cerita-cerita rakyat bisa kita bangkitkan kembali.

Padahal yang muncul baru sebagian kecil dari kekayaan budaya kita yang berasal dari 1.340 etnis, 718 bahasa, dan ribuan pulau di Indonesia," kata Fadli.

Menurut Fadli, cerita rakyat bukan sekadar hiburan. Di dalamnya tersimpan nilai-nilai keteladanan, moral, dan kebijaksanaan yang diwariskan lintas generasi.

>>> Resmi! 13 Tim Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Afrika Selatan Cetak Sejarah

"Melalui cerita rakyat, kita mentransfer nilai-nilai yang baik kepada anak-anak dan generasi muda. Cerita membangun kesadaran budaya sekaligus membentuk karakter," ujarnya.

Tradisi Bercerita yang Tetap Relevan

Di era media sosial dan kecerdasan buatan, mendongeng mungkin terdengar kuno. Namun Fadli menilai justru di tengah banjir informasi, cerita semakin penting.