Mandi adalah rutinitas harian yang menyegarkan, tetapi jika dilakukan terlalu lama, justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan kulit.

Menurut dokter kulit Shari Marchbein, durasi mandi ideal adalah 5 hingga 10 menit. Lebih dari itu, air dapat mengikis minyak alami kulit yang berfungsi sebagai pelindung.

in1

>>> Napas Bersama Cheetah: Kisah Sukarelawan yang Berubah Selamanya

Apa yang Terjadi Jika Mandi Terlalu Lama?

Paparan air yang berkepanjangan, terutama air panas, menghilangkan minyak alami yang menjaga kelembapan dan melindungi kulit dari iritasi.

Akibatnya, kulit menjadi kering, terasa kencang, gatal, atau iritasi setelah dikeringkan dengan handuk.

Jika Anda langsung mengoleskan losion setelah mandi, itu pertanda kulit Anda membutuhkan bantuan untuk mengembalikan kelembapan yang hilang.

Suhu air juga penting. Gunakan air hangat, bukan panas.

Cermin kamar mandi tidak boleh sepenuhnya berkabut saat Anda selesai mandi.

>>> AJ Dybantsa Ingin Sewa Koki Pribadi Usai Jadi Pilihan Pertama NBA Draft

Aturan Mandi Lainnya

Urutan mencuci juga berpengaruh: cuci rambut dulu, lalu tubuh, dan terakhir wajah. Ini membantu membilas sisa produk rambut yang bisa menyebabkan ruam.

Keringkan kulit dengan menepuk-nepuk handuk, bukan menggosok keras. Oleskan pelembap dalam beberapa menit setelah mandi untuk mengunci kelembapan.

Sabun biasa atau sabun mandi yang keras dapat mengeringkan kulit. Pilih sabun mandi ringan dengan pH netral atau sedikit asam yang tidak merusak pelindung kulit.

Tidak perlu membusa seluruh tubuh setiap hari. Cukup cuci ketiak, area intim, dan kaki.

>>> A$AP Rocky Bercanda Soal 'Hubungan' dengan Fans di Konser Arizona

Hindari menggosok kulit terlalu keras dengan waslap atau handuk kasar.