Kulit kendur sering dianggap sebagai masalah yang hanya dialami oleh orang berusia lanjut. Namun, kenyataannya penurunan elastisitas kulit juga bisa terjadi pada usia 20-an hingga awal 30-an.

Berbagai faktor, mulai dari paparan sinar matahari hingga gaya hidup tidak sehat, dapat mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan dini.

in1

>>> Prabowo Sapa Sherly Tjoanda, Sambutan Meriah Seperti Menang Piala Citra

Berikut adalah beberapa penyebab yang perlu diwaspadai.

Penyebab Kulit Kendur di Usia Muda

Paparan sinar ultraviolet (UV) tanpa perlindungan merupakan salah satu penyebab utama. Sinar UV merusak kolagen dan elastin yang menjaga kekenyalan kulit.

Tanpa penggunaan sunscreen secara rutin, kerusakan akibat sinar matahari akan terakumulasi dan membuat kulit tampak lebih kendur meskipun usia masih muda.

Gaya hidup yang kurang sehat juga berperan besar. Kebiasaan merokok, kurang tidur, stres berkepanjangan, dan konsumsi alkohol berlebihan memicu stres oksidatif yang merusak sel kulit.

Akibatnya, elastisitas kulit berkurang dan tanda-tanda penuaan muncul lebih cepat.

Pola makan yang tidak seimbang turut mempercepat penuaan. Konsumsi makanan tinggi gula dan olahan dapat merusak kolagen melalui proses glikasi.

Sebaliknya, asupan vitamin dan antioksidan membantu regenerasi kulit. Vitamin C, misalnya, penting untuk pembentukan kolagen agar kulit tetap kencang.

>>> Jack Schlossberg Gagal di Pemilu, Warisan Kennedy Harus Menunggu

Kekurangan vitamin tertentu seperti vitamin C, A, E, dan D juga memengaruhi elastisitas kulit.

Jika tidak terpenuhi dalam jangka panjang, kulit bisa menjadi lebih kering, kusam, dan mudah kendur.

Penurunan berat badan yang terlalu cepat juga bisa menyebabkan kulit kendur. Saat berat badan turun drastis, kulit kesulitan beradaptasi sehingga serat kolagen dan elastin tidak kembali seperti semula.