Serikat Pekerja Otomotif Bersatu (UAW) memperingatkan bahwa penggunaan robot dan kecerdasan buatan (AI) di pabrik-pabrik otomotif Amerika Utara dapat mengancam lapangan kerja.

Dalam konvensi di Detroit, Presiden UAW Shawn Fain menyoroti AI dan robotika sebagai ancaman yang semakin nyata bagi pekerja manufaktur.

in1

>>> GMC Sierra 2027 Hadir dengan Mesin V8 Baru dan Layar Raksasa 60 Inci

Fain menekankan bahwa persoalannya bukan pada teknologi itu sendiri, melainkan siapa yang diuntungkan.

Pertanyaan Lama dalam Wujud Baru

Debat ini sebenarnya bukan hal baru. Jika pabrik pena bisa memproduksi 100 pena per jam dari sebelumnya 10, semua pihak seharusnya mendapat manfaat.

Konsumen bisa membayar lebih murah, perusahaan meraih laba lebih besar, dan pekerja mendapat upah lebih baik atau jam kerja lebih pendek.

Kini pertanyaan yang sama muncul di industri otomotif: siapa yang mendapatkan keuntungan saat teknologi membuat setiap pekerja jauh lebih produktif?

Menurut UAW, produsen mobil memiliki pandangan berbeda. Mereka menghadapi persaingan global ketat, terutama dari produsen China yang maju pesat.

Tekanan itu menjadikan AI dan robotika sebagai alat penting untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, dan menekan biaya produksi.

>>> Subaru Daftarkan Merek Impreza TX, Isyarat Kembalinya Hatchback Turbo Manual?

General Motors misalnya, menempatkan sekitar 50 robot kolaboratif (cobot) di pabrik Factory ZERO Detroit untuk meningkatkan keselamatan, fleksibilitas, dan efisiensi operasional.

Namun, GM juga baru saja memecat lebih dari 1.000 pekerja terkait produksi kendaraan listrik. Kombinasi ini dinilai menimbulkan kesan buruk.

Hyundai, Nissan, Ford, Honda, dan Stellantis juga menggunakan robot dan cobot secara ekstensif. Ini menunjukkan otomatisasi bukan lagi soal apakah akan terjadi, melainkan bagaimana manfaatnya dibagi.

Produsen mobil berargumen bahwa produktivitas tinggi membantu pabrik tetap kompetitif dan melindungi investasi jangka panjang.

Sementara itu, UAW percaya pekerja perlu jaminan bahwa kemajuan teknologi tidak akan berujung pada pengurangan lapangan kerja.

>>> VW Luncurkan Paket Camping ID.Buzz Seharga Rp48 Juta, Dilengkapi Tempat Tidur dan AC 48 Jam

Siapa yang akan memenangkan perdebatan ini kemungkinan baru akan terlihat dalam beberapa tahun ke depan.