Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan dengan Kepatuhan Regulasi
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat budaya tata kelola perusahaan di tengah transformasi industri digital.
Perseroan meyakini keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh inovasi, tetapi juga kualitas tata kelola dan kesiapan SDM dalam memahami regulasi.
>>> Bulog Tarik Minyakita Diduga Berbau Solar di Jateng
Sebagai komitmen tersebut, Telkom secara konsisten membekali insan perusahaan dengan informasi strategis, termasuk perkembangan regulasi melalui forum pembelajaran.
Salah satunya adalah Executive Session bertajuk Navigating Legal Risk in Corporate Decision Making yang digelar pada Jumat (26/6).
Forum ini menjadi wadah diskusi bagi para pemimpin Telkom untuk memahami regulasi dan implikasinya terhadap pengambilan keputusan bisnis.
Tujuannya agar setiap kebijakan perusahaan didasarkan pada kepatuhan hukum yang kuat, tata kelola risiko, dan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Pentingnya Pemahaman Regulasi Baru
Direktur Legal & Compliance Telkom Andy Kelana menegaskan, di tengah percepatan transformasi, perusahaan perlu memperkuat budaya kepatuhan dan tata kelola yang adaptif.
Hal ini agar setiap keputusan strategis mampu menciptakan nilai tambah dengan mengutamakan kehati-hatian dan kepastian hukum.
"Pemahaman atas KUHP dan KUHAP yang baru harus disertai dengan shared understanding yang kuat agar transformasi perusahaan berjalan beriringan dengan kepatuhan hukum dan penguatan tata kelola," kata Andy dalam keterangan resmi, Senin (29/6).
Andy menambahkan, forum tersebut bertujuan membangun kesamaan perspektif di kalangan pengambil keputusan.
>>> IHSG Ditutup di Level 5.838 pada Sesi I, 378 Saham Melemah
Dengan demikian, setiap kebijakan strategis memiliki landasan hukum yang kuat, proses akuntabel, serta mitigasi risiko yang komprehensif.
Executive Session menghadirkan akademisi yang juga Wakil Menteri Hukum Eddy O. S.
Update Terbaru
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Incar Balas Dendam
Senin / 29-06-2026, 14:15 WIB
Empat Tahun Perang, Mengapa Rusia Belum Mampu Taklukkan Ukraina?
Senin / 29-06-2026, 14:14 WIB
Tito Karnavian: Atambua Pernah Jadi Penghubung Australia-Eropa
Senin / 29-06-2026, 14:14 WIB
Penumpang GoCar Bakal Didenda Rp3.000 Jika Cancel, Ini Ketentuannya
Senin / 29-06-2026, 14:14 WIB
PBVSI Patenkan Reidel Toiran sebagai Pelatih Timnas Voli Indonesia hingga Asian Games 2026
Senin / 29-06-2026, 14:14 WIB
8 HP Fast Charging Termurah 2026, Isi Daya Ngebut Mulai Rp1 Jutaan
Senin / 29-06-2026, 14:14 WIB
Batal Pesan GoCar Kini Bisa Kena Denda Rp3.000, Ini Aturannya!
Senin / 29-06-2026, 14:14 WIB
Google: RUU Hak Cipta Berisiko Hambat AI dan Ekonomi Digital Indonesia
Senin / 29-06-2026, 14:13 WIB
Gerindra: Survei Ungkap 64,8% Masyarakat Puas terhadap Kinerja Prabowo
Senin / 29-06-2026, 14:13 WIB
Prabowo Kritik BUMN Rugi, 25 Wamen Rangkap Komisaris Disorot
Senin / 29-06-2026, 14:13 WIB
Komnas HAM Desak Autopsi 5 Calon Manajer Koperasi Tewas saat Latsarmil
Senin / 29-06-2026, 14:08 WIB
Apple Siapkan Upgrade Besar Mac Studio dengan Chip M7 Ultra pada 2028
Senin / 29-06-2026, 14:08 WIB
iQOO Z11i Segera Meluncur Pekan Ini, Ini Bocoran Spesifikasinya
Senin / 29-06-2026, 14:08 WIB
Kini Dikenakan Pajak, Segini Harga Langganan Strava 2026
Senin / 29-06-2026, 14:08 WIB






