Piala Dunia 2026 mempertemukan Jerman dan Paraguay di babak 32 besar. Laga ini akan digelar di Boston Stadium.

Pertandingan ini menjadi ulangan fase gugur Piala Dunia 2002 yang berlangsung keras. Saat itu, Jerman menang dramatis berkat gol menit akhir Oliver Neuville.

>>> Empat Tahun Perang, Mengapa Rusia Belum Mampu Taklukkan Ukraina?

Paraguay datang dengan ambisi membalaskan dendam 24 tahun lalu. La Albirroja juga ingin memutus kutukan buruk setiap kali menghadapi tim Eropa.

1. Deja Vu Pertempuran Panas 24 Tahun Silam

Pertemuan di Boston merupakan ulangan persis dari babak gugur Piala Dunia 2002. Atmosfer laga saat itu sangat keras dengan 5 kartu kuning dan 1 kartu merah.

Paraguay terhenti setelah gol Neuville di menit akhir. Memori kelam itu menjadi motivasi besar bagi La Albirroja untuk membalikkan nasib.

Jerman tercatat melakukan 218 serangan ke sepertiga akhir lapangan sepanjang turnamen. Mereka menciptakan 53 peluang, 22 di antaranya tepat sasaran.

>>> Tito Karnavian: Atambua Pernah Jadi Penghubung Australia-Eropa

Sebaliknya, Paraguay baru mengkreasi 27 peluang. Akurasi umpan Jerman juga impresif: 1.684 umpan akurat dari 1.887 percobaan.

2. Kunci Kreativitas Lini Sayap Der Panzer

Bek sayap Joshua Kimmich menjadi motor serangan paling efektif. David Raum juga rajin mengirimkan umpan silang berbahaya.

Lini belakang Jerman dibangun dari ketenangan Jonathan Tah. Ia menjadi penyumbang umpan terbanyak bagi tim.

>>> Penumpang GoCar Bakal Didenda Rp3.000 Jika Cancel, Ini Ketentuannya

Ketajaman lini depan bertumpu pada penyelesaian akhir Deniz Undav. Pergerakan Kai Havertz juga menjadi ancaman nyata bagi pertahanan Paraguay.