Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, menegaskan skuadnya tidak akan terpengaruh oleh psywar yang dilancarkan Jepang menjelang duel babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Ancelotti memilih untuk tetap tenang dan fokus pada persiapan taktik timnya. Ia enggan memperpanjang polemik di luar lapangan.

>>> Prediksi Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Siapa Melaju?

"Saya tidak akan mengulangi apa yang dikatakan orang lain.

Kami fokus pada pertandingan, pada kualitas lawan, pada persiapan yang baik untuk menghindari masalah," ujar Ancelotti, dikutip dari ESPN.

Pertandingan krusial ini diprediksi menjadi salah satu bentrokan paling berimbang di fase gugur. Kedua tim sama-sama belum terkalahkan di fase grup.

Brasil lolos sebagai juara Grup C setelah ditahan imbang Maroko, lalu mengalahkan Haiti dan Skotlandia.

Jepang menjadi runner-up Grup F berkat kemenangan atas Tunisia serta hasil imbang melawan Belanda dan Swedia.

Jepang datang dengan modal sepuluh laga tak terkalahkan, termasuk kemenangan atas Inggris di Wembley dan Brasil di Tokyo.

Catatan itu memicu striker muda Jepang, Kento Shiogai, menyebut Brasil sebagai kekuatan besar yang mulai runtuh.

>>> Dirut Bulog Perintahkan Penarikan Minyakita Diduga Berbau Solar

Menanggapi hal itu, Ancelotti bersikap dingin. "Kami tidak melakukan apa yang mereka sebut di Inggris sebagai 'mind games.'

Bagaimana Anda mengatakannya dalam bahasa Portugis? Mind games.

Kami tidak akan ke sana," tegasnya.

Kabar baik datang dari kondisi Neymar yang pulih dari cedera betis. Penyerang Santos itu siap bermain lebih lama setelah tampil menjanjikan saat melawan Skotlandia.

"Neymar telah berkembang sangat baik. Dia bisa bermain lebih dari 15 menit.

Tapi itu tergantung pada konteks permainan," kata Ancelotti.

Pertemuan ini mempertemukan dua tim dengan tren positif.

>>> 4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Incar Balas Dendam

Brasil berusaha mengembalikan dominasi global, sementara Jepang menjelma menjadi kekuatan menakutkan berkat pemain muda yang sukses di Eropa.