Invasi Rusia ke Ukraina yang dimulai pada Februari 2022 belum berhasil menaklukkan negara tersebut. Sebaliknya, Ukraina di bawah kepemimpinan Volodymyr Zelenskyy terus melakukan perlawanan sengit.

Presiden Rusia Vladimir Putin bahkan mengakui negaranya mengalami 'kekurangan' bahan bakar setelah serangan berulang Ukraina dalam empat tahun terakhir.

>>> Tito Karnavian: Atambua Pernah Jadi Penghubung Australia-Eropa

Ukraina menyebut serangan itu sebagai 'pembalasan yang adil' atas agresi Rusia yang menargetkan warga sipil dan infrastruktur energi.

Putin menyatakan bahwa serangan terhadap infrastruktur energi menimbulkan masalah, meskipun tidak kritis.

Ia juga berharap negosiator Amerika Serikat datang ke Moskow untuk membahas akhir perang, setelah AS tidak lagi sibuk dengan Iran dan konflik Timur Tengah.

Mengapa Ukraina Sulit Ditundukkan?

Ukraina adalah bekas negara Soviet yang merdeka dan kemudian bersekutu dengan Barat serta berupaya masuk ke NATO.

Pada 2014, demonstrasi menggulingkan presiden pro-Rusia Viktor Yanukovych setelah ia menolak bergabung dengan Uni Eropa.

Setelah itu, Putin mengirim pasukan untuk mencaplok Krimea, wilayah strategis tempat Armada Laut Hitam Rusia berada. Hingga pertengahan 2020-an, Krimea tetap menjadi bagian Rusia.

>>> Penumpang GoCar Bakal Didenda Rp3.000 Jika Cancel, Ini Ketentuannya

Hubungan yang memburuk membuat Ukraina mendapat banyak dukungan internasional, termasuk bantuan militer dari NATO dan AS.

Pada 2023-2024, Rusia membuat kemajuan di beberapa front, merebut hampir 200 permukiman, namun Ukraina tetap melawan dan menghancurkan pasukan Rusia di beberapa daerah, termasuk wilayah Kursk di Rusia selatan.

Menurut Francois Heisbourg, Penasihat Senior Eropa untuk International Institute for Strategic Studies, Rusia gagal mencapai tujuan politiknya.

Kudeta kilat empat hari berubah menjadi perang besar yang berkepanjangan, dan pasukan Moskow menderita penghinaan akibat kampanye militer yang tidak kompeten.

Sementara Ukraina hanya memiliki pilihan terbatas: menyerah atau berperang untuk kelangsungan hidup nasional.

>>> PBVSI Patenkan Reidel Toiran sebagai Pelatih Timnas Voli Indonesia hingga Asian Games 2026

Tujuan perang Ukraina konsisten: integritas teritorial, kedaulatan politik, jaminan pertahanan, serta penghukuman kejahatan perang dan ganti rugi.