Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui bahwa Rusia saat ini mengalami kekurangan bahan bakar. Hal ini disebabkan oleh serangan berulang yang dilancarkan Ukraina dalam empat tahun terakhir.

Ukraina menyebut serangan tersebut sebagai bentuk pembalasan yang adil atas agresi Rusia yang terus menargetkan warga sipil dan infrastruktur energi sejak Februari 2022.

>>> Alasan Sekjen dan 1,3 Juta Anggota Pecah Kongsi dari Partai Buruh

"Mengenai serangan terhadap infrastruktur penting secara umum, dan infrastruktur energi khususnya, tentu saja serangan terhadap fasilitas ini menimbulkan masalah, itu jelas," kata Putin dalam sebuah wawancara.

"Saat ini kami mengamati kekurangan tertentu, namun tidak kritis," imbuhnya seperti dikutip AFP.

Fokus pada Pertahanan Udara dan Pasokan ke Krimea

Putin menegaskan bahwa tugas utama Rusia saat ini adalah meningkatkan kapasitas pertahanan anti-pesawat. Selain itu, memastikan pasokan bahan bakar, khususnya ke Krimea, menjadi prioritas.

Dalam wawancara yang sama, Putin juga menyatakan harapannya agar tim negosiator Amerika Serikat segera datang ke Moskow. Hal ini untuk membahas kemungkinan mengakhiri perang dengan Ukraina.

"Kami berharap bahwa setelah semua peristiwa berakhir, setelah fase aktif di jalur Iran berlalu, kami akan melihat kedatangan perwakilan AS yang telah berulang kali kami temui di Moskow," ungkap Putin.

>>> Komdigi: 4,7 Juta Akun Anak di TikTok dan YouTube Dinonaktifkan

"Kami siap untuk melanjutkan negosiasi dan siap untuk membahas semua detailnya," tambahnya.

Pekan lalu, otoritas di Krimea yang dianeksasi Rusia mengumumkan keadaan darurat terkait kekurangan bahan bakar dan pemadaman listrik.

Kondisi ini dipicu oleh serangan Ukraina terhadap rantai logistik dan fasilitas minyak.

Rusia menganeksasi Krimea dari Ukraina pada 2014, sebuah langkah yang tidak diakui oleh sebagian besar negara di dunia.

>>> Bedak MBK Digunakan untuk Apa? Ini Bedanya Kemasan Putih dan Silver

Sebelumnya, serangan Ukraina pekan lalu menyebabkan kebakaran besar di sebuah kilang minyak di tenggara Moskow. Peristiwa itu menyelimuti pinggiran ibu kota dengan kepulan asap hitam tebal.