Serangan drone Ukraina menargetkan beberapa kilang minyak Rusia pada akhir pekan lalu, menyebabkan kelangkaan bahan bakar dan memicu pembatasan pasokan di tingkat lokal.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui adanya tantangan pasokan energi dalam negeri akibat serangan balasan Ukraina terhadap infrastruktur energi.

>>> Cek NISN Online dengan Mudah, Begini Caranya

"Serangan terhadap infrastruktur penting, khususnya infrastruktur energi, jelas menimbulkan masalah," ujar Putin dalam sebuah wawancara yang dirilis Kremlin.

Ia menambahkan bahwa saat ini terjadi kekurangan tertentu, namun situasinya belum kritis.

Pemerintah Rusia disebut tengah meningkatkan pertahanan udara dan mempercepat pengiriman bahan bakar melalui jalur darat dan laut ke Krimea yang diduduki.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi bahwa pasukannya berhasil menyerang dua kilang minyak di wilayah Rusia, termasuk di Slavyansk-na-Kubani dan wilayah Yaroslavl.

"Setiap serangan berarti pengurangan sumber daya yang menggerakkan mesin perang Rusia, dan langkah lain menuju perdamaian," kata Zelenskyy.

>>> Ace of Diamond Act II Second Season Part 2 Tayang Oktober, Ungkap Lagu Tema dan Visual Baru

Operasi drone tersebut menyebabkan gangguan transportasi lokal, memaksa otoritas setempat menutup sejumlah jalur transit di wilayah terdampak.

Gubernur Yaroslavl Mikhail Evraev menyebut insiden itu sebagai "serangan musuh oleh drone Ukraina".

Akibat tekanan pasokan, Gubernur Irkutsk Igor Kobzev menetapkan batas harian 50 liter per kendaraan di stasiun pengisian milik Rosneft.

Wakil Perdana Menteri Alexander Novak mengumumkan peninjauan kembali perjanjian ekspor bahan bakar untuk melindungi pasar domestik.

Dalam wawancara yang sama, Putin menyatakan kesiapan menerima negosiator Amerika di Moskow setelah ketegangan regional di Timur Tengah mereda.

>>> Trailer Penuh Film Madoka Magica: Walpurgisnacht Rising Rilis, Tema Lagu dari FictionJunction

Ia menekankan keterbukaan Rusia untuk melanjutkan negosiasi bilateral mengenai isu-isu geopolitik.