Militer Israel kembali melancarkan serangan udara ke wilayah selatan Lebanon pada Sabtu (27/6), hanya sehari setelah kedua belah pihak menandatangani kesepakatan damai.

Serangan menggunakan drone tersebut menargetkan Kegubernuran Nabatieh, tepatnya taman hiburan Farah di kota Nabatieh al-Fawqa, menurut kantor berita Lebanon NNA.

in1

>>> Menhub: Rute MRT Tangsel Belum Dipublikasi demi Cegah Calo Tanah

Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat serangan itu, demikian dikutip dari Anadolu.

Selain serangan udara, pasukan Israel juga dilaporkan bergerak maju menuju pinggiran Kfar Shouba di distrik Hasbaya sambil melepaskan tembakan dengan senapan mesin.

Kesepakatan Damai yang Baru Diteken

Kesepakatan keamanan yang dimediasi Amerika Serikat itu ditandatangani pada Jumat (26/6) dan bertujuan meredakan ketegangan di perbatasan setelah berbulan-bulan permusuhan antara Israel dan Hizbullah.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menyatakan bahwa militernya akan ditarik dari utara dan selatan Sungai Litani, lalu menyerahkan kendali kepada militer Lebanon.

>>> Sarah Ferguson Dikabarkan Kunjungi Jeffrey Epstein Dua Kali Setelah Vonis

Netanyahu menyebut langkah itu sebagai upaya meninggalkan lokasi yang "tidak dibutuhkan" di Lebanon.

Sebagai bagian dari perjanjian, Angkatan Bersenjata Lebanon akan bergerak ke wilayah-wilayah tersebut dalam program percontohan.

Sejak 2 Maret lalu, aksi militer Israel di Lebanon telah menewaskan 4.243 orang, melukai 12.186 orang, dan menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi.

>>> Prediksi Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Laga Penentu bagi Vatreni

Konflik terbaru dipicu oleh serangan Hizbullah sebagai balasan atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan Israel dan AS pada 28 Februari.