Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa negaranya tidak akan mengendurkan operasi militer di Ukraina.

Ia bertekad merebut sepenuhnya empat wilayah yang telah diklaim sebagai bagian dari Rusia, meskipun ada upaya diplomasi dari Amerika Serikat.

>>> Vivo X Fold6 vs Samsung Galaxy Z Fold 7: Mana yang Lebih Worth It?

Putin secara terbuka menolak usulan terbaru dari Ukraina yang menginginkan penghentian serangan jarak jauh sebagai langkah awal menuju perdamaian.

Menurutnya, proposal tersebut hanya bertujuan mengurangi tekanan terhadap pasukan Ukraina yang bertahan di sepanjang garis depan sepanjang sekitar 1.250 kilometer.

"Jelas mengapa usulan itu diajukan, karena serangan balasan kami jauh ke wilayah Ukraina lebih kuat, lebih berdampak, dan terus terang jauh lebih menghancurkan," kata Putin, dikutip Senin (29/6).

Ia menilai Ukraina sedang menghadapi krisis kekurangan personel militer sehingga membutuhkan jeda pertempuran.

"Dengan kekurangan personel yang sangat parah, angkatan bersenjata Ukraina tampaknya menganggap langkah itu sebagai penyelamat mereka. Namun menyelamatkan rezim Kyiv bukan bagian dari rencana kami," tegasnya.

Target Utama: Donbas dan Novorossiya

Putin kembali menegaskan sasaran utama operasi militer Rusia adalah menguasai sepenuhnya wilayah Donbas serta Novorossiya, yang mencakup Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia.

Keempat wilayah tersebut dianeksasi Rusia pada 2022, meskipun sebagian masih di bawah kendali Ukraina.

Putin juga memastikan Rusia akan meningkatkan produksi sistem pertahanan udara untuk menghadapi gelombang serangan pesawat nirawak Ukraina yang belakangan banyak menyasar fasilitas energi dan industri minyak Rusia.

>>> Firdaus Oiwobo Sebut Dirinya Sultan, Harta Hotman Tak Ada Apa-Apanya

Menurutnya, serangan drone Ukraina tidak akan mengubah situasi di medan tempur.