"Semua serangan terhadap infrastruktur kami sama sekali tidak memengaruhi situasi di garis depan maupun jalannya operasi militer," ujarnya.

Putin mengakui serangan tersebut sempat menyebabkan gangguan pasokan bahan bakar di sejumlah wilayah Rusia, namun pemerintah telah mengambil langkah untuk mengatasinya.

Diplomasi Masih Terbuka

Di sisi diplomatik, Putin mengungkapkan Rusia masih membuka peluang melanjutkan pembicaraan yang dimediasi Amerika Serikat.

Ia mengatakan Moskow menunggu kedatangan kembali utusan khusus Washington, Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Putin mengonfirmasi bahwa dalam pembicaraannya dengan Presiden AS Donald Trump di Alaska tahun lalu tidak ada kesepakatan resmi yang ditandatangani.

"Memang tidak ada yang menandatangani apa pun, tetapi kami membahas sejumlah kemungkinan untuk mengakhiri konflik di Ukraina. Pihak Amerika juga mengajukan sejumlah kompromi dalam proposal mereka," kata Putin.

Di akhir pernyataannya, Putin menyebut Presiden Belarus Alexander Lukashenko berpotensi membantu proses perundingan damai di masa mendatang.

>>> Xiaomi Luncurkan Kamera Tenaga Surya dengan Dukungan 4G

Namun, ia tidak menanggapi tuduhan Ukraina yang menyebut Rusia berupaya menyeret Belarus lebih jauh ke dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun tersebut.